• Berita

Mahasiswa UMPWR Pelajari Strategi Konten TikTok dan Edu-Commerce Agrikultur melalui Pelatihan Videografi di Hore Farm

  • Berita

Mahasiswa UMPWR Pelajari Strategi Konten TikTok dan Edu-Commerce Agrikultur melalui Pelatihan Videografi di Hore Farm

blog-thumb

Mahasiswa UMPWR Pelajari Strategi Konten TikTok dan Edu-Commerce Agrikultur melalui Pelatihan Videografi di Hore Farm

  • Kesekretariat dan Protokoler UMPWR
  • 01 Mei 2026
  • Dibaca 262 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - terus mendorong mahasiswanya adaptif terhadap perkembangan teknologi digital melalui kegiatan pembelajaran berbasis praktik. Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan videografi yang diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika angkatan 2024 bersama anggota UKM Sains dan Teknologi di Hore Farm, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan praktisi agrikultur digital, Dwi Setiyo Rahadi, yang membagikan pengalaman dalam membangun ekosistem pertanian berbasis media sosial melalui akun TikTok Hore Farm. Berangkat dari pengalaman kerugian di sektor pertanian, ia mengembangkan strategi konten yang mampu menggabungkan edukasi dan komersialisasi atau dikenal dengan konsep edu-commerce.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teknik dasar videografi dari sisi visual, tetapi juga memahami bagaimana sebuah konten dapat memiliki nilai ekonomi. Materi yang disampaikan mencakup strategi membaca algoritma media sosial, membangun personal branding, hingga mengoptimalkan konten sebagai sarana pemasaran produk.


Dwi menjelaskan bahwa akun TikTok yang dikelolanya berfungsi sebagai “ruang belajar terbuka” bagi generasi muda di bidang pertanian. Melalui konten yang informatif dan aplikatif, ia membagikan praktik pertanian modern, seperti penggunaan fungisida hingga pemanfaatan teknologi drone sprayer.

Sementara itu, pelatihan yang diampu oleh dosen UMPWR, Isnaeni Maryam, M.Pd., ini menekankan pentingnya kemampuan produksi konten digital sebagai bekal mahasiswa menghadapi disrupsi ekonomi, khususnya di sektor agrikultur. Penguasaan videografi dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing, terutama dalam membangun jangkauan audiens di tengah derasnya arus informasi digital.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kompetensi lintas bidang, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam memanfaatkan peluang ekonomi kreatif berbasis digital. Ke depan, mahasiswa diproyeksikan dapat mengambil peran sebagai kreator konten di niche agrikultur yang mampu mengedukasi sekaligus menghasilkan nilai ekonomi. (Editor : Akb/KP).