Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - kembali menorehkan tonggak penting dalam penguatan kualitas akademik dengan mengukuhkan Prof. Dr. Sudar, M.Pd. sebagai Guru Besar dalam bidang Linguistik Terapan, pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Auditorium Kasman Singodimedjo.
Pengukuhan ini menjadi momentum strategis bagi UMPWR dalam memperkuat tradisi akademik, riset, serta kontribusi keilmuan, khususnya dalam bidang bahasa dan pendidikan di era digital. Prof. Sudar saat ini juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UMPWR dan dosen pada Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris.
Dalam sambutannya, Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menegaskan bahwa capaian Guru Besar bukan sekadar prestasi administratif, melainkan hasil dari perjalanan panjang penuh dedikasi.
“Jabatan Guru Besar bukanlah sekadar capaian administratif, melainkan puncak perjalanan panjang yang ditempuh dengan ketekunan, integritas ilmiah, dan dedikasi tanpa henti dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.”
Rektor juga menekankan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari kebangkitan akademik UMPWR, sekaligus memperkuat kontribusi kampus dalam pengembangan pendidikan berbasis literasi, komunikasi, dan nilai-nilai keislaman.
“Hari ini kita tidak hanya mengukuhkan seorang Guru Besar, tetapi kita sedang meneguhkan martabat ilmu pengetahuan, memperkuat peradaban, dan menyalakan harapan bagi masa depan bangsa.”
Lebih lanjut, rektor menyampaikan bahwa di kawasan Kedu Selatan meliputi Purworejo, Magelang, Kebumen, dan Wonosobo jumlah Guru Besar masih relatif terbatas. Dalam konteks ini, langkah yang ditempuh oleh UMPWR merupakan lompatan strategis yang patut disyukuri bersama.
“Pengukuhan Prof. Dr. Sudar, M.Pd. bukan hanya menambah jumlah profesor, tetapi menjadi penanda kebangkitan akademik, khususnya dalam penguatan bidang bahasa dan pendidikan yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman”, pungkasnya.

Dalam pidato ilmiahnya, Prof. Sudar mengangkat tema inovatif tentang pemanfaatan Digital Islamic English Text berbasis morfologi dalam pembelajaran bahasa Inggris. Ia menekankan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan keterampilan membaca kritis, penguasaan kosakata, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran.
“Digital Islamic English Text berfokus pada morfologi dapat meningkatkan critical reading skill, penguasaan vocabulary, dan pengintegrasian nilai-nilai Islam dalam pembelajaran bahasa Inggris.”
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya adaptasi pendidikan tinggi terhadap transformasi digital serta kebutuhan penguatan keterampilan abad ke-21 seperti critical thinking, creativity, communication, dan collaboration.
Sementara itu, perwakilan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag., berpesan agar para dosen terus meningkatkan kepakaran secara serius dan berkelanjutan.
“Dosen harus benar-benar meningkatkan kepakarannya, sehingga ketika dibutuhkan bangsa, baik di tingkat nasional maupun daerah, sudah siap. Kepakaran itu harus dimasuki spirit Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).”
Perwakilan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, melalui Kabag Umum Adhrial Refaddin, S.I.P., M.P.P., juga menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian tersebut. Ia mengaku salut dan terharu saat menghadiri pengukuhan Guru Besar, karena memahami bahwa capaian tersebut diraih melalui proses panjang penuh pengorbanan mulai dari waktu, tenaga, hingga pengorbanan bersama keluarga.
Pengukuhan ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UMPWR, tetapi juga menjadi simbol penguatan peran perguruan tinggi dalam melahirkan ilmuwan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi umat dan bangsa.
Dengan bertambahnya Guru Besar, UMPWR semakin optimis untuk terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan peradaban berbasis ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam. (akb/KP)
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021