• Berita

Pengajian Jumat Ramadan 1447 H UMPWR : Memperbaiki Diri dengan Memperbaiki Shalat

  • Berita

Pengajian Jumat Ramadan 1447 H UMPWR : Memperbaiki Diri dengan Memperbaiki Shalat

blog-thumb

Pengajian Jumat Ramadan 1447 H UMPWR : Memperbaiki Diri dengan Memperbaiki Shalat

  • Sekretariat dan Protokoler UMPWR
  • 27 Februari 2026
  • Dibaca 322 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - kembali menghidupkan suasana Ramadan 1447 H dengan menyelenggarakan Pengajian Rutin Jumat Ramadan bagi dosen dan pegawai pada Jumat, 27 Februari 2026, bertempat di Ruang Seminar Kampus Timur UMPWR.

Pengajian yang disampaikan oleh Tri Ermayani, M.Ag. (dosen Al Islam dan Kemuhammadiyahan UMPWR) ini mengangkat tema reflektif dan mendalam: “Memperbaiki Diri dengan Memperbaiki Shalat.” Kegiatan ini menjadi momentum spiritual untuk memperkuat kualitas ibadah sekaligus meningkatkan integritas pribadi dalam menjalankan amanah sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam pemaparannya, Tri Ermayani menjelaskan bahwa shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi fondasi utama pembentukan karakter. Mengutip pemikiran Ibnu Qayyim, beliau memaparkan tiga tingkatan shalat:

1. Shalatnya orang munafik – sekadar gerakan lahiriah tanpa kehadiran hati.

2. Shalatnya orang lalai – tubuh hadir, namun pikiran mengembara.

3. Shalatnya orang beriman – menghadirkan hati, memahami bacaan, dan meresapi setiap gerakan.

Materi pengajian juga menekankan pentingnya perbaikan shalat dari dua aspek utama:

1. Aspek Lahiriah

Menjaga thaharah (kesucian badan, pakaian, dan tempat).

Memahami makna bacaan, khususnya Al-Fatihah.

Menunaikan gerakan dengan tumakninah (tenang dan tidak tergesa-gesa).

2. Aspek Batiniah

Menghadirkan hati (al-hudhur).

Tafahhum (merenungi makna ayat).

Ta’dzim (mengagungkan Allah dengan rasa khauf dan raja’).

Haybah (malu kepada Allah jika hati berpaling).

Takbiratul ihram dimaknai sebagai batas antara urusan dunia dan ibadah, momen “melepas” segala kesibukan dunia untuk sepenuhnya menghadap Allah.

Shalat lima waktu diibaratkan sebagai “charger” iman. Jika dilakukan dengan khusyuk dan benar, iman akan terisi penuh sehingga mampu menjaga diri dari maksiat, membentuk kedisiplinan waktu, melatih kejujuran, serta menumbuhkan kesabaran dan ketenangan emosi.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 153 dan QS. Al-Bayyinah: 5, shalat menjadi jalan terbaik untuk kembali dan mendekat kepada-Nya.

Melalui pengajian rutin ini, UMPWR menegaskan komitmennya dalam pembinaan ruhiyah sivitas akademika. Ramadan bukan hanya momentum peningkatan ibadah personal, tetapi juga penguatan nilai-nilai keikhlasan, amanah, dan profesionalisme dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dengan memperbaiki shalat, diharapkan dosen dan pegawai UMPWR mampu menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, dan berintegritas, serta menghadirkan keberkahan dalam setiap peran dan tanggung jawab. (akb/KP)