Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - menyelenggarakan kegiatan Baitul Arqam bagi dosen dan tenaga kependidikan yang diikuti oleh 56 peserta, bertempat di Grand Kolopaking Hotel Kebumen, pada 28–30 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis UMPWR dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kehidupan kampus.
Kegiatan Baitul Arqam secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor II UMPWR, Dr. Muhamad Taufik, M.T. Dalam sambutannya, Wakil Rektor II menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai AIK merupakan fondasi penting bagi dosen dan tenaga kependidikan dalam menjalankan peran akademik maupun pelayanan institusi. Menurutnya, AIK tidak hanya dipahami secara konseptual, tetapi harus tercermin dalam sikap, etos kerja, dan budaya kampus sehari-hari.
“Baitul Arqam ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan proses internalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan agar dosen dan tenaga kependidikan memiliki kesadaran ideologis, spiritual, dan profesional yang selaras dengan visi Universitas Muhammadiyah Purworejo,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa nilai AIK harus menjadi ruh dalam setiap aktivitas kampus.
“Ketika AIK benar-benar hidup dalam diri sivitas akademika, maka budaya kerja yang amanah, disiplin, dan berkemajuan akan tumbuh secara alami di lingkungan UMPWR,” tambahnya.
Mengusung tema “Internalisasi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dalam Kehidupan Kampus”, Baitul Arqam ini dirancang untuk memperkuat ideologi, spiritualitas, dan komitmen ke-Muhammadiyahan seluruh sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk keselarasan nilai antara visi institusi dan praktik nyata dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Kepala LP3AK UMPWR, H. Nasrudin, MSI., menjelaskan bahwa Baitul Arqam merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan yang terstruktur.
“Melalui Baitul Arqam ini, kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai AIK tidak berhenti pada tataran pemahaman, tetapi terimplementasi secara nyata dalam kehidupan kampus, baik dalam pembelajaran, pelayanan, maupun interaksi sehari-hari,” jelasnya.
Menurut Nasrudin, materi yang disampaikan telah disusun secara sistematis sesuai kebutuhan sivitas akademika.
“Seluruh materi disesuaikan dengan tantangan aktual perguruan tinggi Muhammadiyah, sehingga peserta diharapkan mampu menyusun rencana tindak lanjut yang aplikatif di unit kerja masing-masing,” pungkasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi meliputi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), Adab Bekerja di AUM, Manajemen Kepemimpinan dan Peningkatan Kompetensi Dosen Tendik UMPWR, Internalisasi AIK sebagai Living Value & AIK Integratif, Peran Strategis Pengkaderan di UMPWR, Paham Agama Menurut Muhammadiyah, Praktik Ibadah Versi Majelis Tarjih, dan pendalaman Ideologi Muhammadiyah.
Baitul Arqam ini diharapkan mampu menjadi sarana pembinaan berkelanjutan bagi dosen dan tenaga kependidikan UMPWR dalam mewujudkan kampus yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam berkemajuan.
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021