Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - mengawali tahun 2026 dengan menggelar International Conference on Social Science and Technology (ICSST) pada Rabu (7/1/2026). Konferensi internasional ini mengangkat tema “AI-Driven World: Global Challenges and Opportunities” dan diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang akademik dan profesi.
Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam merespons perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang kian memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
“Perkembangan kecerdasan buatan tidak hanya menghadirkan peluang, tetapi juga tantangan besar. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pemanfaatan AI tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, etika, dan kebermanfaatan sosial,” ujar Teguh Wibowo.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa penyelenggaraan ICSST 2026 juga merupakan realisasi program kerja sama internasional yang telah dibangun UMPWR dengan mitra perguruan tinggi luar negeri.
Assoc. Prof. Dr. Tusino selaku Wakil Rektor bidang AIK dan Kerjasama juga mengungkapkan melalui konferensi ini, kampus berupaya memperkuat kolaborasi akademik, riset, serta pertukaran gagasan di tingkat global.

ICSST 2026 menghadirkan empat pembicara dari universitas di empat negara, yakni Indonesia, Rusia, Malaysia, dan Filipina. Para pembicara membahas perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta implikasinya terhadap bidang sosial, teknologi, kesehatan, tata kelola, dan keuangan dengan moderator Dr. Puspa Dewi, M.Pd
Pembicara pertama, Diana Radikovna Bagdanova, Ph.D. dari UFA University of Science and Technology (UUST), Rusia, memaparkan materi berjudul “Application of AI Technologies to Assess the Quality of Healthcare Services Based on Multidimensional Client Emotion Recognition”. Ia menjelaskan pemanfaatan AI untuk menilai kualitas layanan kesehatan melalui analisis emosi klien secara multidimensional, seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan respons perilaku, sehingga evaluasi pelayanan dapat dilakukan secara lebih objektif dan komprehensif.
Pembicara kedua, Prof. Dr. Selvaraj Oyyaj Pillay, Vice President Twintech International University College of Technology, Malaysia, menyampaikan materi bertajuk “The Great Convergence: Navigating the Intersection of Human Intelligence and AI Governance”. Ia menekankan perlunya keseimbangan antara kecerdasan manusia, etika, dan kemajuan teknologi AI, khususnya dalam konteks tata kelola, agar pemanfaatan AI tetap terkendali dan berpihak pada kepentingan publik.
Sementara itu, pembicara ketiga, Prof. Dr. Glen Mangali, Vice President Marikina Polytechnic College (MPC), Filipina, memaparkan topik “Social Science and Technology in the Age of Intelligent Systems: From Global Trends to Institutional Responsibility”. Ia menyoroti pentingnya tanggung jawab institusional dalam pengembangan dan penerapan sistem cerdas agar memberikan dampak positif bagi struktur sosial masyarakat.
Pembicara keempat berasal dari Dekan Fakultas Ekonomi, UMPWR Dr. Intan Puspitasari, S.E., M.Sc., yang menyampaikan materi “Artificial Intelligence-Based Financial Risk Mitigation: An Adaptive Market Hypothesis Perspective”. Ia menjelaskan pemanfaatan AI sebagai alat mitigasi risiko keuangan dengan pendekatan Adaptive Market Hypothesis, yang memandang pasar keuangan sebagai sistem dinamis dan terus beradaptasi terhadap perubahan.
ICSST 2026 dimotori oleh Biro Kerja Sama dan Urusan Internasional (KUI) UMPWR sebagai bagian dari upaya penguatan internasionalisasi kampus. Assoc. Prof. Dr. Jeki Wibawanti selaku kepala KUI menyampaikan bahwa kegiatan international conference ini menjadi wadah pertukaran gagasan, penguatan jejaring akademik global, serta pengembangan kolaborasi riset lintas negara.
Abdul Afif, M.Pd Kabag Kerjasama Luar Negeri menambahkan bahwa melalui penyelenggaraan ICSST di awal tahun 2026, menegaskan komitmennya UMPWR untuk aktif berperan dalam diskursus global. Sementara itu, Galih Bagas Soesilo, S.H., LL.M Kabag Kerjasama Dalam Negeri menambahkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan yang responsif terhadap tantangan dunia berbasis kecerdasan buatan sudah sangat diperlukan.
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021