Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) — Komitmen Universitas Muhammadiyah Purworejo dalam menanamkan nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan nasional. Sebanyak tiga mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Hukum dan Ilmu Sosial (FPHIS) UMPWR diberangkatkan sebagai relawan bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 4–17 Januari 2026.
Ketiga mahasiswa tersebut tergabung dalam agenda Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) MDMC Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, dengan penugasan khusus sebagai tim psikososial untuk mendampingi para penyintas bencana. Adapun mahasiswa yang terlibat adalah Ahmad Mabrur Rozi, Karisma , dan Daia Fatma Melati.
Sebagai tim psikososial, para relawan bertugas memberikan pendampingan psikologis awal, trauma healing, serta dukungan emosional bagi korban bencana, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, guna membantu pemulihan mental pascabencana.

Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., saat memberikan pengarahan untuk tiga mahasiswa Psikologi yang akan menjadi relawan bencana di Aceh.
Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., dalam arahannya menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa harus benar-benar dimaknai sebagai misi kemanusiaan yang berorientasi pada pemulihan korban.
“Kegiatan ini harus diorientasikan sebagai misi kemanusiaan. Kami berharap para relawan mampu membantu memulihkan kondisi psikis para penyintas dengan mengedepankan empati serta memberikan rasa aman, tanpa memperparah trauma. Kehadiran relawan harus benar-benar memberi manfaat bagi pemulihan psikologis korban bencana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rektor menekankan pentingnya menjaga etika pendampingan, termasuk kerahasiaan korban dan prinsip non-diskriminasi.
“Kerahasiaan korban wajib dijaga, serta pendampingan harus dilakukan secara non-diskriminatif tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang. Relawan juga harus siap secara mental, menghormati adat istiadat dan nilai-nilai agama yang berlaku di Aceh, serta senantiasa menjaga nama baik UMPWR,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu relawan, Ahmad Mabrur Rozi, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam misi ini menjadi pengalaman berharga sekaligus panggilan kemanusiaan.
“Kami hadir bukan hanya sebagai mahasiswa, tetapi sebagai sesama manusia yang ingin membantu penyintas bangkit secara mental dan emosional. Pendampingan psikososial ini sangat penting agar mereka kembali memiliki harapan dan kekuatan menghadapi masa depan,” ujarnya.
Partisipasi mahasiswa Psikologi UMPWR dalam misi kemanusiaan ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi para korban bencana, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu psikologi secara langsung di lapangan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran UMPWR sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam isu-isu kemanusiaan dan kebencanaan di tingkat nasional melalui sinergi dengan Persyarikatan Muhammadiyah.
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021