Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - Program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat) kolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Rajawali (STIERA) Kabupaten Purworejo merupakan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi untuk menjawab tantangan peningkatan ekonomi di kawasan rawan bencana dengan dukungan pemerintah dearah dan masyarakat di Desa Donorejo
Kosabangsa merupakan program Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (DITJEN Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2025.
Program ini berjudul “Pengembangan Desa Tangguh Bencana: Penerapan Alat Deteksi Longsor dan Sistem Pengolahan Kopi Berbasis Sel Surya di Desa Donorejo, Purworejo.”Program ini melibatkan Tim Pelaksana STIERA yang terdiri dari: Adi Sucipto, SE., M.M (Ketua Pelaksana), dengan anggota tim pelaksana Dr. Hesti Respatingsih, SE., M.Par dan Rusmiyatun, SE., M.Ak dan melibatkan mahasiswa. Tim Pendamping dari UMPWR yaitu Prof. Dr. Suyitno, M.Pd (Ketua Pendamping), Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si dan Dr. Murry Harmawan S, M.Sc.

Program Kosabangsa 2025 ini melibatkan dua mitra utama, yaitu Kelompok Tani Bangun Semi di Desa Donorejo yang fokus pada budidaya dan pengolahan kopi, serta Relawan Penanggualangan Bencana & Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Donorejo.
Adi Sucipto, SE., M.M selaku Ketua Pelaksana menyatakan bahwa Desa Donorejo yang berada di wilayah perbukitan memiliki potensi rawan longsor sekaligus prospek ekonomi melalui komoditas kopi. Melalui program kosabangsa ini, tim memperkenalkan alat deteksi dini longsor yang dapat memberikan peringatan cepat kepada masyarakat desa.
Prof. Dr. Suyitno, M.Pd selaku Ketua Pendamping menambahkan bahwa tim kosabangsa juga mengembangkan sistem pengolahan kopi berbasis panel sel surya, yang memungkinkan proses produksi tetap berjalan efisien meskipun dalam kondisi keterbatasan energi listrik. Hal ini sejalan dengan upaya mendorong pemanfaatan energi dari sel surya di tingkat desa.
Dr. Hesti Respatingsih, SE., M.Par selaku Ketua STIERA, menjelaskan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi ini hadir untuk memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Program ini tidak hanya menyentuh aspek penanggulangan bencana, tetapi juga peningkatan nilai ekonomi masyarakat melalui hilirisasi produk kopi.
Rusmiyatun, SE., M.Ak sebagai tim pelaksana juga berharap, nantinya Desa Donorejo dapat tumbuh sebagai desa mandiri secara ekonomi dengan mengembangkan komoditas kopi dan tangguh terhadap kesiagaan bencana.
Sementara itu, Dr. Jeki Wibawanti, M.Eng., M.Si sebagai pendamping dari UMPWR menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam pengabdian berbasis teknologi dan masyarakat.
“Ini menjadi kesempatan sangat baik untuk mengintegrasikan ilmu akademik dengan penerapan di lapangan sehingga bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dr. Murry Harmawan S, M.Sc. melalui kegiatan ini, diharapkan Desa Donorejo dapat menjadi model desa tangguh bencana sekaligus pusat pengolahan kopi ramah energi, yang dapat direplikasi ke desa lain di Kabupaten Purworejo maupun daerah lainnya.
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021