• Berita

Melalui Puisi, UMPWR Menjadi Media Favorit Mahasiswa Rusia dalam Menyampaikan Pesan Cinta

  • Berita

Melalui Puisi, UMPWR Menjadi Media Favorit Mahasiswa Rusia dalam Menyampaikan Pesan Cinta

blog-thumb

Melalui Puisi, UMPWR Menjadi Media Favorit Mahasiswa Rusia dalam Menyampaikan Pesan Cinta

  • Sekretariat dan Humas UMPWR
  • 27 Oktober 2025
  • Dibaca 552 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - dalam rangka perayaan milad ke-61, terdapat gebrakan baru yang dihadirkan yaitu diselengarakannya ajang Poetry Creation Competition yang dimeriahkan oleh partisipan dari berbagai negara, salah satunya Rusia. Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris berkesempatan melakukan wawancara pada ke empat pemenang.  Klimova Ekaterina, mahasiswa asal Novosibirsk State Pedagogical University, Rusia sekaligus juara pertama bertema cinta dan kasih sayang dalam hubungan antar manusia. Bagi dia, cinta adalah hal paling kuat di dunia. "Cinta orang tua pada anak akan menumbuhkan karakter individu yang lembut,  berbelas kasih, dan terlepas dari kebencian".tuturnya.

"Teach our lovely child what to say and what to do, let them learn to stand and face this journey to a lovely place, and teach them love, not to hate." Bait itu menjadi refleksi dari pesan yang ingin ia sebarkan, bahwa cinta adalah tonggak penting yang mempengaruhi watak manusia dan kedamaian dunia.

Beralih ke pemenang juara ke 2, Bolshakov David Kirillovich, mahasiswa jurusan Bahasa Inggris dengan puisi berjudul The Only Animal Who Hates, mengangkat tema yang bisa dibilang cukup berat, dikarenakan puisi itu mengangkat tema tentang refleksi sikap dualistik manusia. 

 “Saya ingin menyampaikan rasa refleksi tentang sifat dualistik manusia, saya berharap audience dapat menangkap apa yang saya inginkan, dan saya berharap berhasil melakukannya,” tutur David yang kemudian ditutup dengan senyuman manis tergambar luwes di wajahnya. Dalam hal ini, David mengajak pendengar untuk merenungkan kekompleksitasan dan sebuah kontradiksi yang bersemayam di dalam diri manusia.

Pada posisi ke tiga, Daria Zavarikina menyampaikan kata-kata tulus dari hati yang memiliki daya jangkau yang tak terduga. Ia mengaku merasa bahagia sekaligus terkejut. Ungkapan tersebut menunjukkan ketulusan dan kerendahan hatinya sebagai seorang penulis muda. Menutup wawancara, ia memberikan pesan bagi para penulis dan pecinta sastra muda:

Don’t be afraid to share your thoughts and reveal what’s inside of you. Criticism will always exist — learn from it, and never be ashamed of your voice.”

Verma Vishakha yang juga pada posisi ke tiga,  mahasiswa internasional asal india mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi di universitas yang sama,  Novosibirsk State Pedagogical University, Rusia dengan puisi ini menyampaikan rasa kesal yang muncul pada diri kita, “jangan mengalahkan rasa simpati yang kita miliki”, ujarnya dengan penuh bijak. Vishakha yang juga pengagum tempe, berharap bisa mengunjungi Indonesia suatu hari nanti.