Dalam upaya mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal unggulan, Tim Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Bangsa) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) bersama Tim Kosabangsa Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta (Unjaya) melaksanakan kegiatan pendampingan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Putri Manunggal di Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, tim menyerahkan alat sel surya untuk mendukung produksi bawang merah goreng dengan berbagai cita rasa. Energi surya ini dimanfaatkan sebagai sumber energi ramah lingkungan dalam proses pengeringan dan pengolahan bawang merah, sehingga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi usaha, serta memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis sumber daya yang ramah lingkungan.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan “Peningkatan Produk Pangan Lokal Unggulan dan Pencegahan Stunting dengan Penerapan Teknologi Pengering dan Kandang Pintar Berbasis IoT Masyarakat Ekstrim Miskin” di bawah payung Kosabangsa – Diktisaintek Berdampak. Dalam hal ini UMPWR sebagai tim pendamping beranggotakan Prof. Dr. Suyitno, M.Pd. – Ketua Tim Pendamping; Dr. Jeki Mediantari Wahyu W., S.Pi., M.Eng., M.Si. – Anggota; Dr. Murry Hermawan Saputra, S.E., M.Sc. – Anggota. Sedangkan dari Unjaya sebagai tim pelaksana beranggotakan Dr. Bdn. Tri Sunarsih, SST., M.Kes. – Ketua Tim Pelaksana; Kharisma, S.T., M.Cs. – Anggota; dan Ari Okta Viyani, S.E., M.Sc. – Anggota.
Selain itu, pengembangan produk olahan bawang merah ini juga memiliki nilai strategis dalam meningkatkan gizi keluarga dan menekan angka stunting melalui penyediaan pangan bergizi serta peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya perempuan di pedesaan.

Melalui kolaborasi lintas perguruan tinggi, program ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak nyata. Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., selaku Ketua Tim Pendamping dari UMPWR mengatakan bahwa kolaborasi lintas perguruan tinggi ini merupakan bentuk sinergi untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat desa. Inovasi energi terbarukan dan pemberdayaan kelompok wanita tani menjadi kunci keberlanjutan ekonomi berbasis lokal.
Lebih lanjut, Prof. Suyitno mengungkapkan rasa syukur dan antusiasme atas dukungan yang diberikan. “Kami sangat terbantu dengan adanya alat sel surya ini. Proses produksi bawang merah goreng menjadi lebih efisien, dan kami bisa berinovasi dengan berbagai cita rasa. Harapannya, usaha ini bisa menambah penghasilan anggota KWT dan ikut membantu memperbaiki gizi keluarga di Desa Srikayangan,” tuturnya.
Dengan adanya dukungan teknologi energi terbarukan dan pendampingan berkelanjutan dari perguruan tinggi, diharapkan KWT Putri Manunggal dapat terus tumbuh menjadi contoh kelompok perempuan tangguh yang mampu mandiri secara ekonomi, ramah lingkungan, dan berkontribusi dalam penurunan angka stunting di wilayah pedesaan.
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021