• Berita

UMPWR Perluas Jejaring Global Melalui International Office Forum 2025

  • Berita

UMPWR Perluas Jejaring Global Melalui International Office Forum 2025

blog-thumb

UMPWR Perluas Jejaring Global Melalui International Office Forum 2025

  • Sekretariat dan Humas UMPWR
  • 21 Agustus 2025
  • Dibaca 828 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - menunjukkan komitmen kuat dalam memperluas jaringan dan kerja sama internasional. UMPWR turut serta dalam International Office Forum 2025 yang diselenggarakan pada 18–20 Agustus 2025 di Universitas Muhammadiyah Cirebon. Assoc. Prof. Dr. Tusino selaku Wakil Rektor IV UMPWR bidang AIK dan Kerja Sama mendelegasikan Kepala Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (KUI) Dr. Jeki Wibawanti untuk hadir dan aktif dalam forum tersebut.

Forum ini diikuti oleh pimpinan KUI dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan diselenggarakan atas kerja sama KUI Universitas Muhammadiyah Cirebon dengan Asosiasi Kantor Urusan Internasional (Askui) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA). Selama forum berlangsung, narasumber dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Rusia hadir untuk berbagi wawasan sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional.


Kepala KUI UMPWR, Dr. Jeki Wibawanti, menyampaikan bahwa forum ini memberikan manfaat strategis bagi kampus. “Partisipasi UMPWR dalam forum ini merupakan wujud nyata upaya kami dalam membangun jejaring global serta mengoptimalkan kesempatan kolaborasi akademik yang bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, UMPWR juga menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Southeast Bangkok University (SBU), Sahavith Business Administration Technological College (SBA), Thailand (SBA) Thailand, Kolej Komuniti Segamat (Malaysia), dan Moscow Institute of Physics and Technology (MIPT) Rusia. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan bidang akademik yang relevan dengan kebutuhan global. Keterlibatan UMPWR pada forum internasional ini menegaskan langkah universitas dalam meningkatkan daya saing global dan memperluas akses internasional bagi sivitas akademika.