• Berita

Wakil Dekan FKIP UMPWR Berbagi Ilmu Menulis Cerkak pada Guru SD dalam Desiminasi Materi FTBI 2025

  • Berita

Wakil Dekan FKIP UMPWR Berbagi Ilmu Menulis Cerkak pada Guru SD dalam Desiminasi Materi FTBI 2025

blog-thumb

Wakil Dekan FKIP UMPWR Berbagi Ilmu Menulis Cerkak pada Guru SD dalam Desiminasi Materi FTBI 2025

  • Humas dan Protokoler UMPWR
  • 09 Agustus 2025
  • Dibaca 1175 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sekaligus Dosen Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Dr. Herlina Setyowati, M.Pd., menjadi narasumber dalam kegiatan Desiminasi Materi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2025 kepada guru-guru Sekolah Dasar se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jum’at, 8 Agustus 2025 di Ruang Rapat A Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo guna mempersiapkan pelaksanaan FTBI Tahun 2025 yang akan digelar pada 14 s.d. 16 Oktober 2025 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Herlina Setyowati, M.Pd., membawakan materi pada bidang Nulis Cerkak (cerita cekak/cerita pendek berbahasa Jawa). Ia menekankan pentingnya keterampilan menulis cerkak sebagai salah satu cara kreatif melestarikan bahasa dan budaya Jawa di tengah arus globalisasi. Dr. Herlina menekankan pada peserta bahwa seorang penulis pemula dapat mengikuti pola ATM (amati, tiru, modifikasi) dalam berkarya. Dengan demikian, lebih banyak asupan bacaan akan semakin mudah mendapatkan ide cerita.

Peserta yang terdiri dari 17 guru-guru SD Negeri maupun Swasta ini mendapatkan wawasan tentang teknik pengembangan ide cerita, pemilihan kosakata yang tepat, penyusunan alur, hingga kiat membuat cerkak yang menarik dan mudah dipahami siswa. Peserta diajak mengalami secara langsung membaca sebuah cerkak kemudian menceritakan kembali cerkak yang dibaca. Tujuannya ialah untuk mendapatkan ide dan menambah kosakata. 

Selanjutnya, Dr. Herlina menerapkan teknik hypnowriting untuk mengajak peserta masuk dalam dunia imajinasi. Teks panduan imajinasi telah disiapkan oleh Narasumber. Peserta mengikuti instruksi dengan memejamkan mata dan mengimajinasikan cerita yang dibacakan. Setelah itu, peserta merancang sebuah cerkak berdasarkan gambar yang telah disiapkan. Waktu menulis kurang lebih 3 jam, sejak penulisan draf hingga mengedit kemudian merevisi dengan menuliskan kembali dalam kertas folio bergaris. Peserta yang merupakan guru SD ini nantinya akan melakukan pengimbasan di sekolahnya masing-masing setelah mengikuti diseminasi.

Berdasarkan kegiatan ini, 17 peserta mengaku belum mempunyai rutinitas menulis. Namun, karya para peserta dalam tugas diseminasi ini sudah lumayan bagus. Yang perlu ditingkatkan ialah pengembangan ide cerita. Salah satu peserta, Eka Dwi Rahmawati mengatakan bahwa dalam menulis cerkak harus membuat planning, drafting, editing, revising. “Menulis cerkak dengan stimulus gambar harus detail dalam menceritakan. Rinci kegiatannya apa dan keadaanya seperti apa”, tuturnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong para guru untuk menjadi fasilitator sekaligus inspirator bagi siswa dalam menulis karya sastra Jawa. Dengan begitu, generasi muda tetap memiliki kebanggaan dan keterampilan berbahasa ibu mereka. (Akb/KP).