Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Komitmen dalam mempercepat implementasi program Smart City di Kabupaten Kulon Progo terus digencarkan melalui kolaborasi multipihak, termasuk akademisi. Salah satu kontribusi nyata datang dari UMPWR, dengan kehadiran dosennya sebagai narasumber pada Forum Smart City Kulon Progo Tahun 2025 yang diselenggarakan pada Kamis, 26 Juni 2025 lalu bertempat di Joglo Girli Kulon Progo.
Dalam forum ini hadir Sekda, Kepala Dinas Kominfo, Sekretaris Dinas Kominfo, Staf Kominfo, Dr. Wing Wahyu Winarno (STIE YKPN narasumber), serta Lurah se-Kulon Progo berjumlah 88 orang. Forum ini diadakan untuk percepatan realisasi Smart City Kabupaten Kulon Progo.
Dr. R. Wakhid Akhdinirwanto, M.Si., dosen Prodi Pendidikan Fisika UMPWR, memaparkan materi tentang strategi dan tantangan pengembangan Smart City berbasis potensi lokal dan teknologi digital. Kehadiran akademisi dinilai penting untuk memperkuat landasan ilmiah dalam perencanaan kebijakan dan inovasi pelayanan publik yang cerdas.
"Smart City bukan hanya tentang teknologi, tetapi tentang membangun tata kelola yang responsif, partisipatif, dan berbasis data. Keterlibatan kampus menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi yang kontekstual dan berkelanjutan,” jelas Dr. Wakhid.
Dr. R. Wakhid Akhdinirwanto, M.Si menjelaskan bahwa Smart City adalah Kota yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan Internet of Thing (IoT) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mengintegrasikan sistem transportasi, energi, pemerintahan, dan pelayanan publik secara efisien. Tujuan dari smart city adalah menciptakan kota yang lebih efisien, berkelanjutan, dan nyaman untuk ditinggali. Ada beberapa Komponen Smart City yaitu Smart Governance, Smart Economy, Smart Mobility, Smart Environment, Smart People, serta Smart Living.
Lebih lanjut, Dr. Wakhid menyampaikan beberapa manfaat Smart City diantaranya Peningkatan efisiensi layanan public, Peningkatan Kualitas Hidup, Pemberdayaan Masyarakat, Pengurangan emisi dan polusi, mobilitas yang lebih baik, Partisipasi masyarakat yang lebih tinggi, serta Transparansi dan akuntabilitas pemerintah. Namun, untuk merealisasikan Smart City bukanlah tanpa tantangan. Banyak tantangan yang akan dihadapi seperti Kesiapan infrastruktur digital, Keamanan data dan privasi , Kesenjangan digital, dan yang tidak kalah penting adalah Pendanaan dan regulasi serta Kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi seperti UMPWR, diharapkan percepatan realisasi Smart City di Kulon Progo dapat berjalan lebih terarah dan berdampak luas. UMPWR sendiri terus mendorong dosennya untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan aktualisasi Tridharma Perguruan Tinggi. (akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021