Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Melaksanakan Kajian Jum’at Ramadan pekan ketiga untuk semua Dosen dan Tenaga Kependidikan pada 21 Maret 2025 / 21 Ramadan 1446 H. Bertempat di Ruang Seminar Kampus Timur Gedung Rektorat, pengajian ini dilaksanakan selama satu jam dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai dengan 09.00 WIB. Pengajian kali ini diisi oleh narasumber Nur Ngazizah, S.Si., M.Pd., yang merupakan dosen Pogram Studi PGSD UMPWR sekaligus Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Purworejo. Dipandu oleh moderator Dr. Hermawan, M.Pd.i., Nur Ngazizah, S.Si., M.Pd., menyampaikan materi mengenai Mengokohkan keluarga di era digital.
Nur Ngazizah, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa hubungan antara orang tua dengan anak bukanlah sekedar hubungan biologis, namun juga hubungan keimanan. Tugas kita adalah bagaimana merangkul semua anggota keluarga untuk bersama – sama masuk surga. Beliau juga menyampaikan kekhawatiran dari data-data yang diperoleh bahwa Indonesia menempati peringkat pertama penggunaan gadget, dan peringkat pertama kekerasan terhadap perempuan. “Yang mengagetkan adalah ketika kekerasan dalam rumah tangga itu justru pelaku utamanya adalah orang tua, pelaku utamanya adalah orang-orang terdekat dari anak-anak kita”, jelasnya.
Surga adalah tujuan dan target bersama semua keluarga. Nur Ngazizah mengutip Q.S. Ar-Ra’d yang artinya “(Yaitu) surga-surga ‘Adn. Mereka memasukinya bersama orang saleh dari leluhur, pasangan-pasangan, dan keturunan-keturunan mereka, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat mereka dari semua pintu.”
Anak-anak bisa mengangkat orang tua untuk masuk surga, dimana doa’a anak yang sholeh merupakan salah satu dari tiga hal yang tidak terputus ketika orang tua sudah meninggal. Begitu juga orang tua juga bisa menarik anak-anaknya untuk memasuki surga ke tingkatan yang lebih tinggi. “Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya” (Q.S. At-Thuur : 21). Ibnu Abbas RA berkata keturunan anak cucu orang yang beriman nantinya akan ditingkatkan oleh Allah SWT derajatnya bila derajatnya lebih rendah daripada orang tuanya. Allah SWT lalu memberi gambaran mengenai situasi surga yang penuh kenikmatan.
Lebih lanjut, Nur Ngazizah menyampaikan beberapa ciri – ciri orang tua yang durhaka kepada anak-anaknya, diantaranya :
1. Tidak memberikan pendidikan agama dan akhlak yg baik;
2. Berlaku keras, kasar , menyakiti anak;
3. Tidak menafkahi anak dengan halal dan cukup;
4. Berlaku tidak adil kepada anak-anaknya;
5. Memaksa anak melakukan hal yang haram dan menjauhkan dari kebaikan.
6. Tidak mendoakan anak, malah mengutuknya.
Semoga kita semua bisa mencontoh Rasulullah Muhammad SAW dalam mendidik anak-anak dengan rasa kasih sayang, sehingga bisa masuk surga sekeluarga. (Akb/KP).
13 Januari 2021
14 Januari 2020
25 Februari 2021
27 September 2021