• Berita

Seminar dan Talkshow Online Bersama Bergerak: Promosi Kesadaran Disabilitas di Kampus

  • Berita

Seminar dan Talkshow Online Bersama Bergerak: Promosi Kesadaran Disabilitas di Kampus

blog-thumb

Seminar dan Talkshow Online Bersama Bergerak: Promosi Kesadaran Disabilitas di Kampus

  • Humas
  • 28 Desember 2022
  • Dibaca 123 Kali

Ahad, 18 Desember 2022 telah diselenggarakan kegiatan Seminar dan Talkshow Online dengan tajuk Bersama Bergerak: Promosi Kesadaran Disabilitas di Kampus. Kegiatan ini merupakan bagian dari aktivitas mata kuliah Pengabdian Masyarakat bagi mahasiswa Program Doktor Psikologi Universitas Airlangga (Unair). Dalam mata kuliah tersebut, mahasiswa diharapkan melaksanakan program nyata yang berkaitan dengan topik disertasi dengan tujuan antara lain untuk memberikan solusi akademik atas kebutuhan, tantangan, dan persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Kegiatan seminar dan talkshow online menjadi awal rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam promosi kesadaran disabilitas di lingkup perguruan tinggi. Tahap selanjutnya adalah kegiatan workshop untuk mendiskusikan rencana promosi kesadaran disabilitas yang lebih konkrit yang direncanakan akan dilangsungkan pada tanggal 24 Desember 2022 di Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).

Kegiatan ini didorong oleh analisis penggagas kegiatan - Unita Werdi Rahajeng, M.Psi., Psikolog yang mencermati bahwa kesadaran disabilitas adalah aspek yang vital dalam mewujudkan lingkungan kampus yang inklusif. Kesadaran disabilitas sendiri perlu ditumbuhkan melalui beraneka ragam kegiatan promosi dan edukasi. Sebagai bagian masyarakat kampus yang merupakan populasi terbesar, mahasiswa merupakan agen perubahan yang potensial untuk menjadi motor promosi kesadaran disabilitas. Pada praktiknya, belum semua mahasiswa memiliki wawasan inklusivitas disabilitas yang memadai dan belum mengetahui apa saja yang dapat dilakukan untuk berpartisipasi dalam mempromosikan kesadaran disabilitas di lingkup kampus. Secara khusus kegiatan ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar bersedia terlibat dalam ragam promosi kesadaran disabilitas di kampusnya. Gagasan ini disetujui dan didukung penuh oleh dosen yang sekaligus promotor mahasiswa yaitu Dr. Wiwin Hendriani, S.Psi., M.Si dan Pramesti Pradna Paramita, S.Psi., M.Ed.Psych., Ph.D., Psikolog. Keduanya juga merupakan dosen yang bergabung dalam Kelompok Kajian Individu Berkebutuhan Khusus dan Pendekatan Inklusif (KIRANI) Fakultas Psikologi Unair.

Sebagai mitra dan penerima manfaat kegiatan ini adalah UMPR yang telah memiliki kebijakan penerimaan mahasiswa penyandang disabilitas sejak tahun 2021 dan mendirikan Unit Layanan Difabel dan Konseling Mahasiswa (ULDKM). Pihak UMPR menyambut baik maksud penggagas kegiatan karena isu inklusivitas disabilitas merupakan hal yang baru bagi civitas academica. Terlebih lagi kegiatan semacam ini dapat menjadi ajang untuk bertukar ide, gagasan, dan praktik baik yang telah dilaksanakan di kampus lain, secara khusus di Unair.

Kegiatan seminar dan talkshow online dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi., M.Pd yang menyampaikan suka cita atas inisiatif dari civitas di Universitas Airlangga. Beliau berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan dan menjadi awal kemitraan antara Unair dan UMPR. Terdapat 2 narasumber seminar dan 3 narasumber muda talkshow. Kegiatan seminar dan talkshow online ini dimoderatori secara penuh oleh Unita Werdi Rahajeng, M.Psi., Psikolog.

Di sesi seminar yang pertama Pramesti Pradna Paramita, S.Psi., M.Ed.Psych., Ph.D., Psikolog menyampaikan materi tentang Kesadaran Disabilitas. Dalam materi tersebut dibahas bahwa inklusivitas merupakan hal yang normal dan keberagaman adalah keniscayaan. Inklusivitas bukan semata program yang ditetapkan oleh pemangku kebijakan kampus tetapi idealnya merupakan suatu budaya, dimana lingkungan memberikan kesempatan yang setara bagi kelompok yang berbeda (dalam hal ini mahasiswa penyandang disabilitas). Semua pihak harus mendapatkan kesempatan setara untuk berpartisipasi dan meraih prestasi. Sesi selanjutnya adalah materi yang disampaikan oleh Dr. Wiwin Hendriani, S.Psi., M.Si yang menyampaikan bahwa mahasiswa dapat menjadi agen perubahan untuk mewujudkan budaya inklusivitas. Mahasiswa dapat menjalankan perannya sebagai leader, supporter, ataupun ambassador bagi promosi kesadaran disabilitas. Dalam promosi kesadaran disabilitas, mahasiswa disabilitas perlu mengambil peran dan diberikan kesempatan karena penyandang disabilitas lah yang paling memahami kebutuhan khususnya.

Pada sesi talkshow terdapat 3 orang narasumber muda yang telah memiliki pengalaman nyata dalam promosi kesadaran disabilitas. Yang pertama adalah Fira Fitria, S.E., M.KP, alumni Program Magister Kebijakan Publik Unair - penyandang cerebral palsy dan pengguna kursi roda. Yang kedua adalah Afif Husain Rasyidi, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya yang juga ketua Komunitas Peduli Inklusi (@kopinus) - penyandang low vision. Yang terakhir adalah Akmarina Khairunnisa, S.Stat, mahasiswa pasca sarjana Institut Pertanian Bogor (IPB University) yang aktif menjadi volunteer bagi penyandang disabilitas dan Juru Bahasa Isyarat (JBI) sejak duduk di kuliah S1. Ketiganya berbagi ragam aktivitas promosi disabilitas yang pernah dilakukan, baik melalui kegiatan terstruktur dalam organisasi seperti kuliah tamu, seminar, dan advokasi, maupun kegiatan yang sifatnya rekreasional dan informal seperti berolahraga bersama, mengobrol, atau menulis di media sosial. Ketiganya juga menyatakan bahwa seringkali menghadapi penolakan namun karena niat yang kuat untuk mempromosikan kesadaran disabilitas, penolakan tersebut bukan merupakan penghalang. Alih-alih merasa insecure karena menghadapi penolakan, ketiganya lebih berfokus pada hal-hal positif apa yang bisa dilakukan dan membawa dampak baik bagi diri dan lingkungannya. Saran dari ketiga pemateri tersebut adalah mendorong siapapun untuk mengambil peran dalam promosi kesadaran disabilitas, membangun komunikasi yang terbuka antara penyandang disabilitas dengan lingkungannya, dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik di dalam kampus maupun luar kampus. Mempromosikan kesadaran disabilitas merupakan aktivitas yang mudah asal dimulai dengan tekad dan semangat.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 berakhir pada pukul 12.30. Terdapat 84 partisipan kegiatan yang merupakan civitas academica UMPR baik dari kalangan pemangku kebijakan, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Di luar itu juga terdapat partisipan dari kalangan umum dari berbagai perguruan tinggi dan instansi. Sebagian peserta menyatakan apresiasinya dan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang.