• Berita

Banyak Pelaku UMKM Belum Miliki Legalitas Usaha, UM Purworejo dan Dinas KUKMP Fasilitasi Pelatihan

  • Berita

Banyak Pelaku UMKM Belum Miliki Legalitas Usaha, UM Purworejo dan Dinas KUKMP Fasilitasi Pelatihan

blog-thumb

Banyak Pelaku UMKM Belum Miliki Legalitas Usaha, UM Purworejo dan Dinas KUKMP Fasilitasi Pelatihan

  • Humas
  • 06 September 2022
  • Dibaca 502 Kali

Masih banyak pelaku UMKM di Kabupaten Purworejo yang belum memiliki legalitas usaha. Legalitas itu antara lain meliputi perizinan usaha dan sertifikat halal. Kondisi tersebut disikapi oleh Universitas Muhammadiyah Purworejo bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (KUKMP) Kabupaten Purworejo dengan memfasilitasi pelatihan yang berfokus pada penguatan legalitas usaha, Senin (5/9). Kegiatan berlangsung di ruang seminar UMPurworejo diikuti sekitar 100 pelaku UMKM dari berbagai jenis sektor usaha.

“Pelatihan legalitas usaha yang kita laksanakan dengan mengundang UMKM ini memberikan dampak bagi UMKM kita untuk berdaya saing. Ke depan semua produk harus memiliki sertifikasi halal,” kata Kepala Dinas KUKMP Kabupaten Purworejo, Gatot Suprapto SH, saat dikonfirmasi usai acara pelatihan. Terkait data UMKM yang sudah sertifikasi halal, Gatot menyebut belum mengetahui secara pasti. Yang jelas, belakangan telah diberikan pelatihan sertifikasi halal kepada ratusan UMKM.

“Untuk pelatihan sebelumnya ada 200, nanti kalau setelah ini ada pengembangan baru akan kami kalkulasi semuanya. Kami ada sekitar 49.000 UMKM, ini sekarang juga masih dalam proses pendataan, progres sudah 80 persen sudah kita data,” sebutnya.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya juga tengah fokus untuk pendampingan terhadap UMKM. Menurutnya, UMKM harus diberi pendampingan dalam hal pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), PIRT (perizinan untuk jenis makanan tertentu, serta sertifikasi halal.

"Dan nanti perizinan yang lain akan mengikuti semuanya, pendampingan juga dilakukan untuk manajemen usahanya, pemasaran, pemodalan, itu menjadi prioritas kita," ungkap Gatot.

Kendala dalam pengembangan UMKM ini, menurut Gatot adalah masalah pola pikir para pelakunya. Pihaknya berharap dengan berbagai pelatihan ini ke depan UMKM akan dapat menjadi salah satu sektor pendukung kemajuan daerah.

"Kami sudah melaksanakan di aspek pemasaran yaitu Go Digital, supaya bisa melakukan penjualan secara online. Banyak juga teman-teman yang belum familiar dengan teknologi informasi, sehingga mereka harus didorong," terangnya.

Sementara itu, Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag. menyampaikan jika pelatihan ini diberikan secara gratis. Dr. Rofiq mengatakan, dengan digelarnya kegiatan ini diharapkan para pelaku UMKM dapat mendapatkan legalitas usaha untuk menambah kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM.

"Kita harapkan kepercayaan konsumen semakin meningkat sehingga dapat menunjang kinerja dan omzet para pelaku UMKM di daerah," kata Dr. Rofiq.