• Berita

UMPWR Turut Sukseskan Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah

  • Berita

UMPWR Turut Sukseskan Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah

blog-thumb

UMPWR Turut Sukseskan Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah

  • Medkom UMPWR
  • 05 November 2026
  • Dibaca 58 Kali

PURWOREJO, UMPWR – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) turut mendukung dan menyukseskan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) XXXIII Tarjih Muhammadiyah yang berlangsung pada 5–7 November 2026 di Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya). Dukungan tersebut salah satunya diwujudkan melalui keikutsertaan dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) UMPWR, Ari Fajar Isbakhi, M.Pd.I., sebagai peserta dalam forum nasional tersebut.

Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah mengusung tema “Satu Abad Tarjih: Meneguhkan Akidah, Memperindah Akhlak, Menguatkan Ibadah dan Memberdayakan Umat untuk Peradaban Berkemajuan”. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi Muhammadiyah untuk membahas berbagai persoalan keagamaan sekaligus merumuskan panduan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Keikutsertaan Ari Fajar Isbakhi menjadi bagian dari komitmen UMPWR dalam mendukung agenda persyarikatan, khususnya pengembangan pemikiran keislaman dan penguatan peran pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan perguruan tinggi Muhammadiyah.

Melalui partisipasi tersebut, UMPWR juga berharap dapat terus mengikuti perkembangan pemikiran tarjih Muhammadiyah serta mengambil manfaat dari berbagai pembahasan yang berlangsung selama Munas. Wawasan yang diperoleh diharapkan dapat memperkaya perspektif akademik dan mendukung pelaksanaan pembelajaran AIK di lingkungan kampus.

Ari Fajar Isbakhi menyampaikan bahwa Munas Tarjih merupakan kesempatan penting untuk memperdalam pemahaman keislaman sekaligus mengikuti perkembangan pemikiran Muhammadiyah dalam menjawab persoalan umat.

“Bagi saya, Munas Tarjih bukan hanya forum untuk membahas persoalan keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkaya wawasan tentang bagaimana nilai-nilai Islam dapat menjawab tantangan kehidupan saat ini. Kami berharap hasil pemikiran yang dibahas dalam forum ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk bagi pengembangan pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di perguruan tinggi,” ungkap Ari.

Bahas Lima Materi Utama Keagamaan

Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari pembukaan, seminar nasional, sidang komisi, sidang pleno, hingga kegiatan pendukung. Lima materi utama menjadi fokus pembahasan, yakni Fikih Lanjut Usia, Fikih Kedaulatan Pangan, Risalah Akidah Islam, Risalah Akhlak Islam Praktis, dan Fikih Ibadah. Kelima materi tersebut dipilih untuk merespons persoalan keagamaan kontemporer yang bersentuhan langsung dengan kehidupan umat dan masyarakat.

Pembukaan Munas pada Kamis (5/11/2026) dijadwalkan diisi dengan pidato iftitah sekaligus pembukaan resmi oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir. Agenda pembukaan juga mencakup penyerahan Mas Mansyur Award serta peluncuran Tafsir At-Tanwir Jilid 3 dan AI Tarjih/ChatHPT.

Pada hari pertama, peserta mengikuti dua seminar nasional. Seminar pertama mengangkat tema “Menuju Kedaulatan Pangan Berbasis Nilai Islam: Ikhtiar Ulama untuk Kemaslahatan Bangsa”. Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., tercantum dalam agenda sebagai salah satu tokoh yang diundang.

Seminar kedua membahas “Manhaj Tarjih dan Ijtihad Muhammadiyah: Warisan KH Mas Mansyur Sampai Problem Kebangsaan Masa Kini”. Tiga narasumber yang dijadwalkan hadir adalah Prof. Dr. Ahmad Jaenuri, M.A., dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Prof. Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., dari Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah; serta Prof. Dr. Phil. Ridho Al-Hamdi, M.A., dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Lima Komisi Bahas Persoalan Umat

Pada Jumat (6/11/2026), pembahasan Munas berlanjut melalui lima komisi yang mengkaji persoalan keagamaan dan kebutuhan umat dalam kehidupan kontemporer.

Komisi A membahas Fikih Lanjut Usia, sedangkan Komisi B mengkaji Fikih Kedaulatan Pangan. Komisi C berfokus pada Risalah Akidah Islam Muhammadiyah, sementara Komisi D membahas Risalah Akhlak Islam Praktis. Adapun Komisi E mengkaji pengembangan Himpunan Putusan Tarjih (HPT), khususnya hukum kunut witir dan bacaan taṡwīb.

Sidang komisi menjadi bagian penting dalam proses perumusan pandangan dan keputusan tarjih Muhammadiyah. Berbagai persoalan dibahas dengan mempertimbangkan landasan keislaman sekaligus konteks kehidupan masyarakat saat ini.

Rangkaian Munas dijadwalkan berakhir pada Sabtu (7/11/2026) dengan kegiatan pendukung bertajuk Muhammadiyah Heritage Walk. Peserta dijadwalkan melakukan ziarah ke makam dan Masjid KH Mas Mansyur untuk mengenang perjalanan serta kontribusi salah satu tokoh penting dalam sejarah Muhammadiyah.

Melalui partisipasi dalam Munas XXXIII Tarjih Muhammadiyah, UMPWR berharap dapat terus mengambil bagian dalam penguatan pemikiran Islam berkemajuan. Dukungan ini sekaligus menjadi wujud komitmen universitas untuk berkontribusi dalam agenda persyarikatan dan mengembangkan pendidikan AIK yang relevan dengan tantangan zaman serta kebutuhan umat. (akb/KP).