• Berita

Dr. Itsna Iftayani Tambah Deretan Dosen Doktor UMPWR, Teliti Model Intensi Wirausaha Sosial Mahasiswa PTMA

  • Berita

Dr. Itsna Iftayani Tambah Deretan Dosen Doktor UMPWR, Teliti Model Intensi Wirausaha Sosial Mahasiswa PTMA

blog-thumb

Dr. Itsna Iftayani Tambah Deretan Dosen Doktor UMPWR, Teliti Model Intensi Wirausaha Sosial Mahasiswa PTMA

  • Medkom UMPWR
  • 29 September 2026
  • Dibaca 79 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Kabar membanggakan kembali datang dari Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Dr. Itsna Iftayani, S.Pd.I., M.A., dosen Program Studi Psikologi sekaligus Dekan Fakultas Psikologi, Hukum dan Ilmu Sosial (FPHIS) UMPWR, resmi meraih gelar doktor dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Senin (28/9/2026).

Gelar doktor tersebut diraih Dr. Itsna melalui disertasi berjudul “Model Intensi Wirausaha Sosial Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah & 'Aisyiyah (PTMA) di Indonesia.” Penelitian ini mengkaji berbagai faktor psikologis dan pendidikan yang mendukung tumbuhnya intensi wirausaha sosial pada mahasiswa.

Dalam penelitiannya, Dr. Itsna melihat sejumlah faktor yang berkaitan dengan munculnya intensi tersebut, di antaranya pendidikan kewirausahaan, empati, tanggung jawab sosial, serta keyakinan mahasiswa terhadap kemampuan dirinya.

Kajian ini menjadi relevan di tengah kebutuhan perguruan tinggi untuk mendorong mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan profesional, tetapi juga mampu melihat persoalan di sekitarnya dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Penelitian ini berangkat dari ketertarikan saya untuk melihat bagaimana mahasiswa PTMA memiliki dorongan untuk mengembangkan wirausaha yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial. Karena itu, faktor psikologis dan pendidikan menjadi bagian penting dalam penelitian ini,” ujar Dr. Itsna.

Raih Doktor Tanpa Ujian Disertasi Terbuka

Ada hal menarik dalam proses penyelesaian studi doktoral Dr. Itsna. Ia dinyatakan lulus tanpa melalui ujian disertasi terbuka setelah memenuhi persyaratan ekuivalensi publikasi artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi.

Tiga artikel ilmiah yang dipublikasikan dan menjadi bagian dari capaian tersebut adalah:

• “Adaptation and Validation of the Social Entrepreneurial Intention Scale Among Indonesian University Students” di The Open Psychology Journal (Q3).

• “Understanding Social Entrepreneurial Self Efficacy: The Contribution of Entrepreneurship Education, Empathy and Social Responsibility” di New Educational Review (Q4).

• “Responsibility Mapping Entrepreneurship Education Models for Enhancing Social Entrepreneurial Intention among University Students: Scoping Review” di North American Journal of Psychology (Q4).

Bagi Dr. Itsna, publikasi tersebut bukan sekadar bagian dari persyaratan akademik. Lebih dari itu, ia berharap hasil penelitian yang dilakukan selama studi doktoral dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Bagi saya, publikasi ini menjadi bagian penting dari perjalanan studi doktoral. Bukan hanya untuk memenuhi persyaratan, tetapi bagaimana hasil penelitian bisa dibaca dan dimanfaatkan oleh lebih banyak pihak. Saya berharap kajian tentang wirausaha sosial ini dapat terus dikembangkan, khususnya dalam konteks mahasiswa PTMA,” ungkapnya.

Jadi Energi Baru untuk Penguatan Akademik UMPWR

Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menyambut baik capaian yang diraih Dr. Itsna. Menurutnya, bertambahnya dosen bergelar doktor menjadi bagian dari upaya UMPWR dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus kapasitas akademik universitas.

“Alhamdulillah, UMPWR kembali menambah dosen bergelar doktor. Ini tentu menjadi kabar yang membanggakan. Kami berharap capaian ini tidak berhenti pada gelar akademik, tetapi juga diikuti dengan semakin kuatnya kontribusi dalam penelitian, pembelajaran, dan pengembangan keilmuan di UMPWR,” kata Rektor.

Ia juga mendorong capaian tersebut menjadi motivasi bagi dosen lainnya untuk terus meningkatkan kualifikasi akademik dan produktivitas ilmiah.

“Semakin banyak dosen yang memiliki kualifikasi doktor, semakin besar pula peluang UMPWR untuk memperkuat budaya akademik dan riset. Karena itu, kami terus mendorong dan memberikan ruang bagi dosen untuk berkembang,” lanjutnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan UMPWR, Dr. Muhamad Taufik, M.T., menyampaikan bahwa peningkatan kualifikasi dosen merupakan bagian penting dalam pengembangan sumber daya manusia di perguruan tinggi.

“Pengembangan SDM adalah investasi jangka panjang. Ketika dosen meningkatkan kualifikasi akademiknya, yang diharapkan tentu bukan hanya peningkatan kapasitas pribadi, tetapi juga ada dampak bagi program studi, fakultas, dan universitas,” jelasnya.

Ia berharap capaian Dr. Itsna dapat menjadi pemantik bagi dosen UMPWR lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Yang paling penting setelah meraih gelar doktor adalah bagaimana ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama studi bisa kembali memberikan manfaat bagi institusi. Itu yang kami harapkan dari setiap capaian akademik dosen UMPWR,” imbuhnya.

Bagi Dr. Itsna, gelar doktor yang kini diraihnya justru menjadi langkah berikutnya untuk terus belajar dan berkarya. Ia berencana melanjutkan pengembangan riset di bidang psikologi, khususnya yang berkaitan dengan kewirausahaan sosial dan pengembangan mahasiswa.

“Setelah ini tentu masih banyak yang ingin saya kerjakan. Saya ingin melanjutkan penelitian dan mengembangkan kajian yang sudah dilakukan agar dapat memberikan kontribusi untuk pengembangan keilmuan maupun pendidikan di lingkungan PTMA,” pungkasnya.

Capaian Dr. Itsna sekaligus menambah deretan dosen UMPWR yang telah menyelesaikan pendidikan doktoral. Bagi universitas, bertambahnya dosen bergelar doktor bukan sekadar angka, tetapi menjadi bagian dari perjalanan UMPWR untuk terus memperkuat kualitas akademik, riset, dan sumber daya manusia. (akb/KP).