Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) kembali mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi kewirausahaan hingga ke tingkat nasional. Hal itu ditunjukkan dengan pelepasan Tim Dehiera, tim penerima pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026, untuk mengikuti KMI Expo XVII P2MW 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED).
Tim Dehiera dilepas langsung oleh Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., pada Senin (28/9/2026). Dehiera menjadi perwakilan UMPWR dalam ajang kewirausahaan mahasiswa yang mempertemukan ratusan tenant dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dehiera mengusung produk “Threads of Batik and Whispers of Embroidery”, sebuah usaha di bidang fashion yang memadukan unsur batik dan embroidery. Produk tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menghadirkan nilai tambah pada produk fashion berbasis budaya.
KMI Expo XVII berlangsung pada 29 September–1 Oktober 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED). Ajang ini diikuti sekitar 395 tenant dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Para tenant terbagi dalam enam kategori bidang usaha dan dikelompokkan berdasarkan tahapan usaha, yakni tahap awal dan tahap bertumbuh.
Dalam keikutsertaan tersebut, Dehiera terdiri atas lima mahasiswa, didampingi satu dosen pengelola perguruan tinggi P2MW, dua dosen pendamping/pembimbing, serta satu operator perguruan tinggi P2MW.
Bagi UMPWR, keikutsertaan Dehiera juga menjadi catatan tersendiri karena menjadi satu-satunya perwakilan dari perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Purworejo dalam ajang tersebut.
Bawa Batik, Embroidery, dan Jathilan
Rangkaian KMI Expo XVII akan diawali dengan opening ceremony dan penjurian stand pada Selasa (29/9/2026). Pada kesempatan tersebut, Dehiera memperkenalkan produk yang dikembangkan melalui program P2MW sekaligus berinteraksi dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi.
Tidak hanya mengikuti expo, Dehiera juga ambil bagian dalam Kirab Budaya pada Rabu (30/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Dehiera membawa unsur Jathilan, salah satu kesenian tradisional yang berkembang di Kabupaten Purworejo.
Jathilan dipilih sebagai bentuk pengenalan sekaligus upaya mengenalkan dan melestarikan budaya lokal Purworejo di tengah perhelatan kewirausahaan mahasiswa berskala nasional.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut pada KMI Award dan ditutup dengan kegiatan closing pada hari terakhir. Melalui rangkaian tersebut, Dehiera tidak hanya berkesempatan memamerkan produk, tetapi juga mendapatkan ruang untuk belajar dari mahasiswa wirausaha dari berbagai daerah.
Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., mengatakan keikutsertaan mahasiswa dalam ajang seperti KMI Expo menjadi pengalaman penting dalam proses membangun mental dan kemampuan kewirausahaan.
“Kami berharap Dehiera tidak hanya datang untuk mengikuti expo, tetapi juga memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, membangun jejaring, dan melihat bagaimana mahasiswa dari perguruan tinggi lain mengembangkan usahanya. Pengalaman seperti ini akan menjadi bekal yang penting bagi mahasiswa ketika mengembangkan usaha ke depan,” ujar Teguh.
Menurutnya, keberanian mahasiswa untuk membawa karya dan produk ke tingkat nasional merupakan bagian dari proses pembelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas.
“Ketika mahasiswa bertemu dengan pelaku usaha mahasiswa dari berbagai daerah, mereka akan mendapatkan banyak pengalaman baru. Ini yang kami dorong, agar mahasiswa UMPWR tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berani berkarya dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMPWR, Dr. Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pelepasan Dehiera menjadi salah satu bentuk dukungan kampus terhadap mahasiswa yang sedang mengembangkan usaha melalui P2MW.
“P2MW memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar menjalankan usaha secara lebih nyata. Mulai dari mengembangkan produk, membangun identitas usaha, memasarkan produk, sampai bertemu dengan konsumen dan jejaring baru. KMI Expo menjadi salah satu kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman tersebut,” jelas Budi.
Ia menambahkan, keikutsertaan Dehiera diharapkan tidak berhenti pada pengalaman mengikuti satu kegiatan nasional, tetapi dapat menjadi langkah lanjutan untuk mengembangkan usaha dan memperluas jejaring.
“Kami berharap Dehiera bisa membawa pulang pengalaman, relasi, dan masukan yang dapat digunakan untuk mengembangkan usahanya. Yang tidak kalah penting, mereka juga membawa nama UMPWR dan memperkenalkan potensi serta budaya Purworejo di tingkat nasional,” ungkapnya.
Keikutsertaan Dehiera dalam KMI Expo XVII menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkenalkan “Threads of Batik and Whispers of Embroidery”, memperluas jejaring, bertukar pengalaman dengan mahasiswa wirausaha dari berbagai daerah, sekaligus membawa nama UMPWR dalam ajang kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional.
Pelepasan ini sekaligus menegaskan dukungan UMPWR terhadap pengembangan kewirausahaan mahasiswa melalui P2MW, dengan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh melalui pengalaman, kreativitas, dan keberanian membawa produknya ke ruang yang lebih luas.
Kontributor: UKIB UMPWR
Editor: Medkom UMPWR (Akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021