Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Sebanyak 82 mahasiswa yang menjadi bagian dari Pesantren Mahasiswa (Pesma) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) mengikuti Masa Taaruf Santri (MATASA) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat–Sabtu (25–26/9/2026) di Heroes Park Purworejo ini menjadi momentum bagi santri baru maupun santri lama untuk saling mengenal sekaligus memahami kehidupan di lingkungan Pesma.
Peserta MATASA berasal dari tiga Pesma yang berada di lingkungan UMPWR, yakni Wisma Rahayu Ngrapah sebanyak 25 santri, Pesma H.M. Roestam Loano sebanyak 22 santri, dan Pesma Al Chudlori Baledono sebanyak 35 santri. Dari keseluruhan peserta tersebut, terdapat santri baru semester 1 maupun santri lama yang mengikuti kegiatan bersama.
Pengasuh Pesma UMPWR, Ari Fajar Isbakhi, M.Pd.I., menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta MATASA. Menurutnya, masa taaruf bukan hanya menjadi kesempatan untuk saling mengenal, tetapi juga menjadi awal bagi mahasiswa untuk belajar menjalani kehidupan yang lebih disiplin.
“Selamat datang dan selamat bergabung. Masa taaruf ini bukan hanya tentang saling mengenal, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar disiplin, membangun kebiasaan yang baik, dan menyesuaikan diri dengan kehidupan di Pesma,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., juga menyampaikan selamat bergabung kepada para mahasiswa yang menjadi bagian dari Pesma UMPWR. Ia menegaskan bahwa keberadaan Pesma memiliki posisi penting dalam mendukung proses pendidikan mahasiswa, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan kehidupan keislaman.
“Selamat bergabung di Pesma UMPWR. Pesma bukan sekadar kegiatan tambahan bagi mahasiswa, tetapi merupakan bagian dari pendidikan yang ada di UMPWR,” tutur Rektor.
Menurutnya, kesempatan tinggal di Pesma perlu disyukuri karena mahasiswa mendapatkan ruang untuk membangun kebiasaan positif sekaligus memperkuat jati diri. Terlebih, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membuat interaksi dan pergaulan semakin terbuka.
“Pergaulan saat ini hampir tidak memiliki batas karena media sosial. Karena itu, Pesma diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun jati diri, memperbaiki dan meningkatkan ibadah, membiasakan hidup disiplin, memperdalam keislaman, serta memperkuat ukhuwah,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menyampaikan rencana pengembangan Pesma H.M. Roestam Loano. Ke depan, lokasi tersebut akan dikembangkan menjadi Islamic Center dan Asrama Mahasiswa H.M. Roestam Loano yang direncanakan memiliki bangunan tiga lantai.
Selama proses pembangunan berlangsung, mahasiswa yang saat ini tinggal di Pesma H.M. Roestam Loano untuk sementara akan dipindahkan ke tempat lain. Pengembangan tersebut diharapkan dapat menghadirkan fasilitas yang lebih representatif bagi mahasiswa sekaligus memperkuat keberadaan Pesma UMPWR.
“Insyaallah Pesma H.M. Roestam Loano akan dibangun Islamic Center dan asrama mahasiswa yang lebih baik, dengan bangunan tiga lantai. Mohon doa agar rencana ini dapat terwujud tahun ini,” kata Teguh.
Rektor juga berharap ke depan Pesma yang berada di Wisma Rahayu Ngrapah, Al Chudlori Baledono, dan H.M. Roestam Loano dapat berkembang menjadi satu kesatuan Pesma UMPWR yang semakin kuat.
Hal senada disampaikan Wakil Rektor IV Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dan Kerja Sama UMPWR, Dr. Tusino, M.Pd.BI. Menurutnya, keberadaan Pesma menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan mahasiswa, khususnya dalam membangun keseimbangan antara kehidupan akademik, keislaman, dan sosial.
“Pesma menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar bersama, tidak hanya tentang ilmu keislaman, tetapi juga tentang bagaimana membangun kebiasaan baik, bertanggung jawab, disiplin, dan menjaga ukhuwah. Proses itu justru banyak terbentuk dari kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia berharap para santri dapat memanfaatkan kehidupan di Pesma dengan sebaik-baiknya. Interaksi antara santri baru dan santri lama juga diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk saling belajar dan menguatkan.
MATASA 2026 pun tidak hanya menjadi kegiatan penyambutan bagi santri baru. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun kebersamaan di antara mahasiswa yang tinggal di Pesma sekaligus meneguhkan peran Pesma sebagai bagian dari proses pendidikan di UMPWR.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, para santri diharapkan dapat tumbuh menjadi mahasiswa yang lebih disiplin, memiliki penghayatan keislaman yang baik, serta mampu membawa nilai-nilai positif Pesma dalam kehidupan kampus maupun di tengah masyarakat. (akb/KP)
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021