Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga dan meningkatkan mutu perguruan tinggi. Hal ini dilakukan melalui Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) TA. 2025/2026 yang digelar pada Kamis, 10 September 2026 di Ruang Seminar Gedung Rektorat UMPWR.
Kegiatan RTM ini merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI) Akademik dan Nonakademik yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya. Dalam forum tersebut, LPM memaparkan hasil audit sekaligus menyampaikan berbagai saran dan rekomendasi yang perlu menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti oleh masing-masing unit di lingkungan UMPWR.
RTM dihadiri oleh Ketua Badan Pembina Harian (BPH), jajaran rektorat, jajaran LPM, para dekan, ketua program studi, kepala lembaga, kepala biro, kepala unit, hingga kepala laboratorium di lingkungan UMPWR.
Kepala LPM UMPWR, Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., menegaskan bahwa RTM tidak semata-mata menjadi forum untuk membahas hasil audit maupun kelengkapan dokumen. Lebih dari itu, RTM menjadi ruang untuk melihat kembali bagaimana mutu benar-benar dijalankan dan dikembangkan di lingkungan universitas.
“Tidak hanya membahas hasil AMI, tapi lebih dari itu kita membahas mutunya. Bukan sekadar dokumen,” ujarnya.
Menurutnya, RTM menjadi ruang untuk menentukan langkah setelah pelaksanaan AMI, terutama terkait hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Ia menilai pelaksanaan budaya mutu di UMPWR menunjukkan perkembangan dari tahun ke tahun.
“RTM ini ruang untuk menentukan langkah selanjutnya setelah AMI, apa yang perlu kita perbaiki. Progres tiap tahun, pelaksanaan budaya mutu di UMPWR semakin meningkat. Saat ini semua syarat yang diperlukan UMPWR untuk unggul sudah terpenuhi, baik dari prodi yang unggul, jumlah dosen bergelar doktor, dan berjabatan fungsional lektor kepala maupun guru besar,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua BPH UMPWR Drs. Muh Hamidi, M.Pd., memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan AMI dan RTM, khususnya LPM dan para auditor.
Ia menekankan bahwa hasil RTM tidak boleh berhenti pada saran dan rekomendasi semata. Hasil tersebut perlu benar-benar ditindaklanjuti agar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu di masing-masing unit.
“Bukan hanya dokumen. Saya memberikan apresiasi kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini, terutama dari LPM dan auditor. Harapannya, hasil RTM ini tidak berhenti pada saran dan rekomendasi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Rektor UMPWR Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd. Ia menyampaikan bahwa UMPWR terus menunjukkan perkembangan dalam pencapaian akreditasi program studi. Hingga saat ini, sebanyak delapan program studi telah meraih predikat Unggul.
“Alhamdulillah progres akreditasi prodi bertambah yang Unggul. Sudah ada delapan prodi yang Unggul,” kata Rektor.
Rektor juga menilai pelaksanaan AMI di UMPWR sudah berjalan cukup baik. Namun, ia menegaskan bahwa hal yang masih perlu diperkuat adalah tindak lanjut atas temuan dan hasil AMI.
“AMI di UMPWR sudah cukup bagus pelaksanaannya. Hanya perlu ditingkatkan tindak lanjut dari hasil AMI-nya,” tegasnya.
Karena itu, Rektor meminta seluruh program studi, unit, dan lembaga di lingkungan UMPWR untuk melaksanakan perbaikan berdasarkan hasil AMI. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kekurangan yang sama pada pelaksanaan AMI berikutnya.
“Perbaikan dari AMI mohon dilaksanakan oleh semua prodi, unit, dan lembaga. Sehingga di AMI berikutnya kekurangannya tidak berulang,” pungkasnya.
Melalui RTM ini, UMPWR terus mendorong agar sistem penjaminan mutu tidak hanya berjalan pada tataran administratif, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya kerja seluruh sivitas akademika. Evaluasi, perbaikan, dan tindak lanjut menjadi bagian penting dalam menjaga konsistensi peningkatan mutu UMPWR. (akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021