• Berita

PkM Dosen Agribisnis UMPWR Hadirkan Inovasi Ecocyl, Dorong Dawis Turusan Kembangkan Budidaya Sayuran

  • Berita

PkM Dosen Agribisnis UMPWR Hadirkan Inovasi Ecocyl, Dorong Dawis Turusan Kembangkan Budidaya Sayuran

blog-thumb

PkM Dosen Agribisnis UMPWR Hadirkan Inovasi Ecocyl, Dorong Dawis Turusan Kembangkan Budidaya Sayuran

  • Medkom UMPWR
  • 24 Agustus 2026
  • Dibaca 182 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Upaya mengenalkan budidaya tanaman sayuran yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Kali ini, Tim PkM Program Studi Agribisnis UMPWR mengajak ibu-ibu Dawis Dusun Turusan, Desa Loano, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, memanfaatkan Ecocyl untuk mendukung budidaya tanaman sayuran.

Kegiatan bertajuk “Lomba Penggunaan Ecocyl untuk Budidaya Tanaman Sayuran Tahun 2026” tersebut dilaksanakan pada Kamis (20/8/2026) di Dusun Turusan. Kegiatan dihadiri Ketua Program Studi Agribisnis UMPWR Isna Windani, S.P., M.Sc., serta dosen Program Studi Agribisnis Dyah Panuntun Utami, S.P., M.Sc., Istiko Agus Wicaksono, S.P., M.Sc., dan Arta Kusumaningrum, S.P., M.Sc. Kegiatan juga diikuti ibu-ibu Dawis Dusun Turusan RT 01/RW 06, Desa Loano.

Melalui kegiatan ini, Tim PkM tidak hanya memberikan pemahaman, tetapi juga mengajak peserta melihat secara langsung bagaimana bahan-bahan yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat dimanfaatkan kembali. Materi yang diberikan mencakup penggunaan komposter dari sisa sayuran dan buah-buahan yang ditempatkan dalam botol bekas, pemanfaatan tanah dan cacing sebagai media tanam, serta penggunaan kembali galon bekas untuk mendukung kegiatan budidaya.

Konsep tersebut kemudian dipraktikkan dalam kegiatan budidaya tanaman sayuran. Peserta diajak memahami bahwa pengelolaan bahan organik rumah tangga dapat dilakukan dengan cara sederhana, sekaligus memberikan manfaat bagi tanaman.


Ketua Tim PkM, Dyah Panuntun Utami, S.P., M.Sc., mengatakan kegiatan ini dirancang agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat langsung diterapkan oleh masyarakat.

Kami ingin ibu-ibu tidak hanya mengetahui cara membuat dan menggunakan Ecocyl, tetapi juga melihat manfaatnya secara langsung untuk budidaya tanaman sayuran. Dari kegiatan ini, kami berharap inovasi sederhana tersebut bisa terus diterapkan di lingkungan rumah masing-masing,” ujar Dyah.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Ibu-ibu Dawis aktif mengikuti proses dan menunjukkan ketertarikan untuk mencoba inovasi tersebut secara mandiri. Hasil budidaya yang terlihat subur dan hijau juga menjadi salah satu hal yang semakin mendorong peserta untuk melanjutkan praktik tersebut.

Ketua Program Studi Agribisnis UMPWR, Isna Windani, S.P., M.Sc., menilai kegiatan PkM seperti ini menjadi ruang bagi perguruan tinggi untuk menghadirkan pengetahuan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Agribisnis tidak hanya berbicara tentang produksi dan hasil pertanian, tetapi juga bagaimana sumber daya yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan secara lebih bijak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong masyarakat untuk melihat bahwa limbah rumah tangga pun bisa diolah dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung budidaya tanaman,” jelas Isna.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program. Ketika peserta sudah memahami manfaat dan cara penerapannya, inovasi yang diperkenalkan akan lebih mudah dikembangkan secara mandiri.

Kegiatan PkM tersebut sekaligus memperkuat komitmen Program Studi Agribisnis UMPWR untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pemanfaatan Ecocyl diharapkan dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mengurangi limbah organik sekaligus mendukung kegiatan budidaya sayuran di lingkungan rumah. 

 

Kontributor : Tim PkM Agribinis UMPWR
Editor : Medkom UMPWR (akb/KP).