Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) – Upaya menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR). Melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), UMPWR menyelenggarakan Visitasi Audit Mutu Internal (AMI) Akademik Berbasis MOQASS/QUMON (Quality Management Online) Tahun Akademik 2025/2026, Selasa–Rabu (11–12 Agustus 2026) di Ruang Seminar Gedung Rektorat Kampus Timur UMPWR.
AMI merupakan kegiatan rutin tahunan yang menjadi bagian dari upaya membangun dan memperkuat budaya mutu di lingkungan UMPWR. Audit tahun ini mencakup seluruh fakultas dan program studi, baik jenjang sarjana (S1) maupun magister (S2).
Kepala LPM UMPWR, Prof. Dr. Suyitno, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa rangkaian AMI telah dimulai sejak Juni 2026. Tahapan diawali dengan pengisian MOQASS atau instrumen yang telah ditetapkan, kemudian dilanjutkan dengan proses audit dan visitasi.
“AMI ini bukan untuk menghakimi, tetapi menjadi ruang refleksi bagi kita semua. Dari proses ini kita bisa melihat apa yang sudah baik dan apa saja yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.
Ia menyampaikan, AMI tahun ini melibatkan 18 auditor untuk mengaudit 18 program studi serta 35 lembaga, biro, dan unit yang ada di lingkungan UMPWR. Sebelum pelaksanaan audit, LPM juga telah melakukan harmonisasi auditor untuk menyamakan persepsi dan memastikan proses audit berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Rangkaian penjaminan mutu UMPWR selanjutnya akan dilanjutkan dengan AMI Nonakademik pada 18–19 Agustus 2026. Seluruh hasil AMI kemudian akan menjadi bahan dalam Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang dijadwalkan pada 26 Agustus 2026.

Sementara itu, Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., yang sekaligus membuka kegiatan AMI, menyampaikan apresiasi kepada LPM yang secara konsisten melaksanakan proses penjaminan mutu, baik pada bidang akademik maupun nonakademik.
“Terima kasih kepada LPM yang telah melaksanakan AMI, baik akademik maupun nonakademik. Kita sepakat bahwa AMI bukan untuk menghakimi, tetapi menjadi instrumen bagi kita untuk terus melakukan perbaikan,” ungkap Teguh.
Menurutnya, keberhasilan AMI tidak hanya bergantung pada auditor. Kerja sama antara auditor dengan fakultas, program studi, maupun unit yang diaudit menjadi bagian penting agar proses evaluasi benar-benar menghasilkan perbaikan yang nyata.
“Budaya mutu adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kerja sama antara auditor dan unit terkait sangat diharapkan. Jangan sampai AMI hanya dipandang sebagai kegiatan administratif, tetapi harus menjadi bagian dari upaya kita memperbaiki kualitas UMPWR secara berkelanjutan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa pelaksanaan AMI juga menjadi salah satu langkah strategis UMPWR dalam mempersiapkan diri menuju Akreditasi Perguruan Tinggi (APT). Karena itu, hasil audit diharapkan tidak berhenti pada temuan dan rekomendasi, tetapi benar-benar ditindaklanjuti oleh unit terkait.
Melalui pelaksanaan AMI secara rutin dan berkelanjutan, UMPWR berkomitmen menjadikan penjaminan mutu bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan sebagai budaya kerja yang tumbuh di seluruh lingkungan universitas. Dengan demikian, setiap temuan, evaluasi, dan rekomendasi dapat menjadi pijakan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik. (akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021