Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) kembali mencatatkan prestasi di bidang riset. Dosen Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian, Dr. Jeki Wibawanti, S.Pt., M.Eng., M.Si., berhasil masuk sebagai nominator Anugerah Karya Riset Pembangunan (AKRP) Jawa Tengah Tahun 2026 melalui inovasi penelitiannya yang berjudul Effects of Mangrove-Derived Glucomannan on Microbial Properties, Viscosity, and Texture of Goat Kefir.
AKRP merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah berdasarkan SK Nomor 45 Tahun 2026. Penghargaan ini diberikan kepada karya riset yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
Pada tahapan nominasi, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, instansi pemerintah, serta lembaga penelitian. Selanjutnya, para nominator mengikuti serangkaian penilaian berupa penyusunan policy brief, presentasi karya ilmiah, dan wawancara bersama delapan dewan juri untuk menentukan penerima penghargaan.
Riset yang dikembangkan Dr. Jeki mengangkat potensi unggulan Jawa Tengah, yakni susu kambing Peranakan Etawa (PE) asal Kabupaten Purworejo yang dipadukan dengan glukomanan dari buah mangrove (Bruguiera gymnorrhiza) sebagai prebiotik alami. Kombinasi tersebut menghasilkan kefir sinbiotik glukomanan, sebuah produk pangan fungsional yang memanfaatkan sumber daya lokal sekaligus memiliki nilai inovasi tinggi. Hasil penelitian ini juga telah dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional Scopus Q2 International Journal of Veterinary Science.
Menurut Dr. Jeki, riset yang ia lakukan sejak awal memang diarahkan agar tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Ke depan kami ingin membangun ekosistem hilirisasi yang menghubungkan peternak kambing Peranakan Etawa, potensi mangrove lokal, perguruan tinggi, UMKM, dan pemerintah daerah. Melalui hasil riset ini diharapkan nilai tambah susu kambing dapat meningkat, ketahanan pangan semakin kuat, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan peternak di Jawa Tengah," ungkapnya.
Ia menjelaskan, penelitian tersebut telah berkembang secara bertahap selama beberapa tahun terakhir. Dimulai dari eksplorasi glukomanan mangrove sebagai prebiotik lokal, dilanjutkan dengan pengembangan kefir sinbiotik berbasis susu kambing, hingga penyusunan strategi hilirisasi menuju produk yang siap diproduksi dan dimanfaatkan secara luas.
Pengembangan riset ini juga didukung kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi serta mitra nasional maupun internasional. Selain menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi Scopus, penelitian tersebut telah didaftarkan sebagai Paten Sederhana sehingga semakin memperkuat kesiapan inovasi untuk diimplementasikan.
Masuknya Dr. Jeki sebagai nominator AKRP 2026 menjadi pengakuan bahwa riset yang dikembangkan memiliki potensi memberikan dampak nyata bagi pembangunan Jawa Tengah. Inovasi kefir sinbiotik ini tidak hanya menawarkan alternatif minuman fungsional yang menyehatkan, tetapi juga membuka peluang pengembangan UMKM, meningkatkan nilai ekonomi susu kambing Peranakan Etawa, serta mendorong pemanfaatan sumber daya mangrove secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan, mempercepat hilirisasi hasil riset, dan mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal.
Rektor Universitas Muhammadiyah Purworejo Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa dosen UMPWR terus menghasilkan riset yang berkualitas sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami mengapresiasi pencapaian Dr. Jeki Wibawanti yang berhasil menjadi nominator Anugerah Karya Riset Pembangunan Jawa Tengah 2026. Semoga inovasi yang dikembangkan dapat terus berlanjut hingga tahap hilirisasi dan komersialisasi sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Prestasi ini juga mempertegas komitmen UMPWR dalam menghadirkan riset yang unggul secara akademik, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah," ujar Rektor.
Editor : Humas UMPWR (Akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021