• Berita

UMPWR Terjunkan 327 Mahasiswa dalam KKN Tematik 2026, Dukung Program Rumah Layak Huni di Purworejo

  • Berita

UMPWR Terjunkan 327 Mahasiswa dalam KKN Tematik 2026, Dukung Program Rumah Layak Huni di Purworejo

blog-thumb

UMPWR Terjunkan 327 Mahasiswa dalam KKN Tematik 2026, Dukung Program Rumah Layak Huni di Purworejo

  • Sekretariat dan Protokoler UMPWR
  • 20 Juli 2026
  • Dibaca 143 Kali

Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026. Sebanyak 327 mahasiswa resmi mengikuti pembekalan dan penerjunan KKN Tematik yang diselenggarakan secara daring pada Senin (20/7/2026). Selanjutnya, para mahasiswa akan menjalankan pengabdian di berbagai desa di Kabupaten Purworejo hingga 31 Agustus 2026.

KKN Tematik tahun ini mengusung semangat "Penguatan Kesejahteraan Keluarga melalui Edukasi Rumah Sehat, Peningkatan Kesehatan Rumah Tangga, serta Validasi dan Verifikasi Rumah Layak Huni di Kabupaten Purworejo." Melalui semangat tersebut, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program pemerintah daerah dalam mewujudkan lingkungan hunian yang sehat dan layak.

Sebaran lokasi KKN meliputi wilayah Kecamatan Bagelen, Banyuurip, Bayan, Kutoarjo, Ngombol, Purwodadi, Purworejo, Loano, Gebang, Grabag, Kemiri, dan Bener. Selama lebih dari satu bulan, mahasiswa akan berkolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan yang telah disusun sesuai kebutuhan di lapangan.

Dalam pembekalan, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPWR, Dr. Heru Kurniawan, M.Pd., menjelaskan bahwa terdapat dua fokus utama dalam pelaksanaan KKN Tematik tahun ini. Pertama, mahasiswa akan melakukan survei dan validasi rumah tidak layak huni sebagai bagian dari pengumpulan data yang akurat. Kedua, mahasiswa melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara berkelompok.

Ia juga menekankan pentingnya prosedur pelaksanaan survei di lapangan. Mahasiswa akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah yang dilakukan oleh 2 orang mahasiswa agar proses pendataan berlangsung lebih efektif, nyaman, dan tetap memperhatikan aspek keamanan.

"Data yang dikumpulkan harus valid karena akan menjadi dasar dalam proses verifikasi rumah layak huni. Karena itu, mahasiswa perlu bekerja dengan teliti, menjaga etika saat berinteraksi dengan warga, serta membangun komunikasi yang baik selama berada di lokasi KKN," jelas Heru.

Pada kegiatan ini, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan teknis mengenai alur pelaksanaan survei menggunakan aplikasi SIMPERUM, mulai dari aktivasi akun, proses pendataan rumah, validasi dan unggah data, hingga mekanisme pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Selain itu, mahasiswa diingatkan untuk menjaga kerahasiaan seluruh data yang diperoleh selama proses pendataan sesuai ketentuan yang berlaku.

Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN merupakan ruang belajar yang mempertemukan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Menurutnya, keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan oleh masyarakat.

"KKN Tematik menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk pengabdian yang nyata. Jagalah nama baik Universitas Muhammadiyah Purworejo, bangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, dan laksanakan setiap program dengan penuh tanggung jawab. Saya berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat," ujar Rektor.

Melalui KKN Tematik 2026, UMPWR berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di tengah masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan dampak yang berkelanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang lebih sejahtera serta lingkungan tempat tinggal yang sehat dan layak huni. (akb/KP).