Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) - kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan minat, bakat, dan kreativitas mahasiswa melalui Pentas Produksi 2026 yang diselenggarakan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Teater Surya. Bertempat di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPWR, Sabtu (18/7/2026) malam, kegiatan ini menghadirkan pementasan teater bertajuk "Kampung Kardus" karya Gepeng Nugroho yang memadukan seni peran, tari, dan musik dalam satu pertunjukan yang memikat.
Pentas Produksi merupakan agenda tahunan Teater Surya sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berkesenian sekaligus mengapresiasi karya sastra melalui proses pementasan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya UMPWR memperkenalkan kampus kepada masyarakat melalui aktivitas positif mahasiswa serta ikut melestarikan seni dan budaya yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
Seluruh proses produksi digarap oleh mahasiswa dengan melibatkan berbagai unsur kepanitiaan dan tim artistik. Genada Sanjaya bertindak sebagai Pimpinan Produksi, sedangkan penyutradaraan dipimpin oleh Nurul Salsabila bersama Deni Ramadhani dan Ana Inayatul Azizah sebagai asisten sutradara. Kolaborasi para aktor, penata musik, penata tari, penata rias, hingga seluruh kru produksi menghasilkan pertunjukan yang mampu memikat perhatian penonton sejak awal hingga akhir.

Pementasan diawali dengan pengenalan kehidupan masyarakat di Kampung Kardus, sebuah perkampungan sederhana yang dihuni oleh tokoh-tokoh dengan latar belakang, karakter, dan persoalan hidup yang berbeda. Kehidupan yang tampak biasa perlahan berubah ketika muncul perbedaan kepentingan, persoalan sosial, dan ketidakadilan yang memicu konflik di tengah masyarakat.
Seiring berkembangnya alur cerita, setiap tokoh dihadapkan pada berbagai persoalan yang merefleksikan realitas kehidupan, mulai dari keserakahan, sikap acuh tak acuh terhadap sesama, hingga perjuangan mempertahankan hidup di tengah keterbatasan. Konflik yang terus berkembang membawa penonton pada ketegangan antartokoh, sekaligus mengajak mereka merenungkan berbagai persoalan sosial yang masih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Di balik gambaran kehidupan yang serba sederhana, "Kampung Kardus" menghadirkan pesan bahwa nilai kemanusiaan, solidaritas, kepedulian, dan rasa memiliki tetap dapat tumbuh di tengah keterbatasan. Lakon ini menjadi kritik sosial yang dikemas melalui bahasa teater, mengajak penonton melihat kembali arti rumah, kebersamaan, dan harapan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pementasan ditutup dengan sesi curtain call, di mana seluruh pemain dan kru naik ke atas panggung sebagai bentuk penghormatan kepada penonton sekaligus ungkapan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan selama proses produksi.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UMPWR, Dr. Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., mengapresiasi dedikasi UKM Teater Surya yang terus menghadirkan karya-karya kreatif sebagai bagian dari pengembangan karakter mahasiswa.
"Pentas Produksi seperti ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UMPWR mampu menghasilkan karya yang berkualitas melalui proses kreatif yang panjang. Kampus akan terus mendukung ruang-ruang pengembangan talenta mahasiswa, termasuk di bidang seni dan budaya. Kegiatan seperti ini bukan hanya melahirkan karya yang membanggakan, tetapi juga membentuk karakter, kemampuan berkolaborasi, kepemimpinan, serta kepekaan sosial mahasiswa," ujarnya.
Anggota UKM Teater Surya, Alya Widyastuti, menjelaskan bahwa Pentas Produksi tahun ini mengusung tema "Di Antara Sempitnya Ruang, Kami Menemukan Arti Rumah." Menurutnya, tema tersebut dipilih untuk mengajak penonton melihat makna rumah bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang yang menghadirkan rasa memiliki, kebersamaan, dan harapan.
"Melalui Pentas Produksi bertajuk 'Kampung Kardus' dengan tema 'Di Antara Sempitnya Ruang, Kami Menemukan Arti Rumah', kami berharap kegiatan ini menjadi ruang ekspresi artistik, mempererat silaturahmi antarinsan seni, serta memberikan kontribusi positif bagi perkembangan seni dan budaya, khususnya di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purworejo maupun masyarakat luas," tutur Alya.
Melalui Pentas Produksi 2026, UMPWR kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, mahasiswa juga didorong untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan karya-karya seni yang mampu memberi inspirasi serta menumbuhkan kepedulian terhadap nilai-nilai budaya dan kemanusiaan. (akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021