Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) — Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMPWR, menggelar EXPO Entrepreneur and Business Plan PBSI 2026 pada Rabu, 1 Juli 2026. Kegiatan ini berlangsung di Halaman Gedung A4 Kampus Barat UMPWR dan menghadirkan suasana yang ramai serta penuh antusiasme.
Expo ini diikuti oleh 40 mahasiswa semester 2 PBSI yang terbagi ke dalam 13 kelompok. Masing-masing kelompok menampilkan ide bisnis yang telah mereka rancang sebagai bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Entrepreneur and Business Plan.
Beragam produk ditawarkan dalam expo tersebut. Tidak hanya kuliner kekinian yang akrab di kalangan mahasiswa, beberapa kelompok juga menghadirkan makanan tradisional yang membangkitkan nostalgia. Mulai dari tiwul gigit yang sarat cita rasa lokal hingga risol dengan sentuhan modern, seluruh produk menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam mengolah ide bisnis menjadi sesuatu yang nyata dan bernilai jual.
Suasana expo terasa semakin meriah dengan hadirnya mahasiswa dari berbagai program studi, tenaga kependidikan, serta para dosen yang turut mengunjungi stan-stan peserta. Interaksi yang hangat antara penjual dan pengunjung membuat kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang penilaian akademik, tetapi juga ruang belajar yang nyata bagi mahasiswa.

Kegiatan Expo PBSI 2026 merupakan implementasi langsung dari pembelajaran pada mata kuliah Entrepreneur and Business Plan, yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang kewirausahaan dan perencanaan bisnis. Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dinilai berdasarkan hasil penjualan semata. Penilaian juga mencakup berbagai aspek penting, seperti strategi promosi, kreativitas dekorasi stan, penyajian produk, kerja sama tim, hingga kemampuan menyusun dan mengembangkan konsep bisnis secara menyeluruh.
Ketua Program Studi PBSI, Dr. Umi Faizah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang memberi pengalaman langsung kepada mahasiswa.
“Melalui expo ini, mahasiswa belajar bahwa kewirausahaan bukan hanya soal menjual produk, tetapi juga tentang bagaimana membaca peluang, membangun strategi, berkomunikasi dengan konsumen, dan bekerja sama dalam tim. Kami ingin mereka memiliki bekal keterampilan yang relevan, baik untuk dunia kerja maupun untuk menciptakan peluang usaha sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan berwirausaha menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki mahasiswa di era saat ini, termasuk mahasiswa dari bidang pendidikan dan bahasa.
Salah satu peserta expo, Fibri Setiawati, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga dari kegiatan ini. Ia merasakan secara langsung tantangan dalam menjalankan sebuah usaha, mulai dari tahap perencanaan hingga proses pemasaran.
“Awalnya kami mengira bagian tersulit adalah membuat produk, tetapi ternyata memasarkan dan menarik minat pembeli juga membutuhkan strategi. Dari kegiatan ini saya belajar tentang kerja sama, komunikasi, dan pentingnya percaya diri saat menawarkan produk,” ungkap Fibri.
Melalui kegiatan ini, PBSI UMPWR menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa dan sastra dapat berjalan berdampingan dengan penguatan soft skills, termasuk jiwa kewirausahaan. Expo ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik di ruang kelas, tetapi juga keterampilan praktis yang bermanfaat untuk masa depan. (akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021