Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR) melalui Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan pendidikan dasar yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2026 bertema “Pembelajaran Abad 21: Membangun Generasi yang Adaptif dan Berdaya Saing” yang berlangsung di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPWR, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang telah menjadi agenda akademik tahunan PGSD UMPWR ini menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidang pendidikan, yaitu Prof. Dr. Herman Dwi Surjono, M.Sc., M.T., Ph.D., Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) sekaligus pakar teknologi pendidikan dan pembelajaran digital, serta Dr. Ari Wijayanti, praktisi pendidikan dasar yang juga merupakan guru di SD Negeri Pengalasan.
Seminar tahun ini diikuti oleh 233 peserta serta 110 pemakalah dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan sejumlah daerah lainnya. Selain mengikuti sesi seminar utama, para pemakalah juga mempresentasikan hasil penelitian mereka dalam forum paralel yang berlangsung di beberapa ruang kelas sesuai bidang kajian masing-masing.
Forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan, pengalaman, dan hasil penelitian antarakademisi, mahasiswa, maupun praktisi pendidikan. Interaksi akademik yang terbangun diharapkan mampu memperkuat jejaring keilmuan sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi pembelajaran yang dapat diterapkan di sekolah.
Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan. Dalam sambutannya, Rektor UMPWR, Assoc. Prof. Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., mengapresiasi konsistensi Program Studi PGSD dalam menyelenggarakan seminar nasional sebagai wadah diseminasi ilmu pengetahuan, inovasi, dan perkembangan terkini di bidang pendidikan dasar.
Menurutnya, pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membangun karakter dan kemampuan akademik peserta didik. Oleh karena itu, guru sekolah dasar dituntut memiliki kompetensi yang luas serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Guru sekolah dasar memiliki peran yang sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter dan memberikan dasar pengetahuan kepada peserta didik. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa dan para guru dapat memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi, serta memperkaya praktik pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor berharap seminar nasional ini dapat terus memperkuat budaya akademik di lingkungan UMPWR sekaligus mendukung peningkatan kualitas Program Studi PGSD menuju capaian yang semakin unggul.
Ketua Panitia Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2026, Muhammad Ferdian Syaifullah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang akademik untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan dasar di era transformasi digital yang berkembang sangat cepat. Menurutnya, penguatan keterampilan abad ke-21 menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar dalam menyiapkan generasi masa depan.
“Pendidikan dasar saat ini tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga pada pengembangan keterampilan 4C, yaitu critical thinking, communication, collaboration, dan creativity. Di sisi lain, berbagai kebijakan pemerintah terkait pembelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensinya agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi,” jelas Ferdian.
Ia menambahkan, materi seminar disusun secara komprehensif dengan memadukan perspektif akademik dan praktik lapangan. Prof. Herman membahas konsep, teori, dan tren terbaru dalam pembelajaran digital, sementara Dr. Ari Wijayanti berbagi pengalaman implementasi teknologi dan inovasi pembelajaran secara langsung di sekolah dasar.
Penyelenggaraan Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2026 menjadi bukti nyata komitmen UMPWR dalam mendukung transformasi pendidikan yang berkelanjutan. Melalui penguatan kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas, UMPWR terus berupaya menyiapkan calon guru maupun pendidik profesional yang adaptif, inovatif, serta mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan abad ke-21. (Akb/KP).
14 Januari 2020
13 Januari 2021
25 Februari 2021
27 September 2021