Himatani UMP Membangun Inti Kemitraan Agribisnis Kelinci
Ditulis oleh Ir. H. Didik Widiyantono   
Senin, 04 Januari 2010 14:32
         Mahasiswa program studi agribisnis dan program studi peternakan yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Pertanian (HIMATANI) pada awal bulan Desember 2009 telah mengembangkan kewirausahaan ternak kelinci. Kegiatan ini dikembangkan di Mess Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) di Plaosan Kabupaten Purworejo. Kewirausahaan ternak kelinci tersebut selanjutnya berperan sebagai inti dari Program Kemitraan Inti Plasma Agribisnis Kelinci yang telah dikembangkan oleh UMP pada bulan Januari 2009. Keberhasilan di tingkat plasma khususnya di desa Seren Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo dan desa Balurejo Kecamatan Bonorowo Kabupaten Kebumen, telah memotivasi HIMATANI untuk mengembangkannya di lingkungan kampus UMP. Selain itu juga karena respon masyarakat yang cukup besar terhadap menu daging kelinci yang disajikan pada Anjungan Kuliner dalam rangka Ekspo UMP bulan Oktober 2009.
          Kegiatan agribisnis ternak kelinci di tingkat Inti yang dikelola oleh HIMATANI, sekurang-kurangnya memiliki 3 (tiga) peran sebagai berikut: 1) pembibitan kelinci, 2) penggemukan kelinci, dan 3) pasar untuk menampung transaksi ternak kelinci baik untuk warga Muhammadiyah maupun masyarakat Purworejo dan sekitarnya yang berminat dalam agribisnis kelinci. Kegiatan ini dalam tataran makro diharapkan menjadi primordia dari kegiatan yang dikelola oleh POS KEWIRAUSAHAAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PKPM) yang akan dikembangkan oleh mahasiswa UMP, sebagai tempat untuk mengembangkan kewirausahaan mahasiswa dan kepeduliannya terhadap program pemberdayaan masyarakat. Jadi tidak terbatas hanya oleh mahasiswa prodi agribisnis dan peternakan (HIMATANI) saja.
          HIMATANI pada awalnya mengembangkan 4 (empat) ekor induk kelinci jenis flame giants dengan berat rata-rata 4 kg per ekor. Jenis ini mampu mencapai berat 7 kg per ekor. Saat ini indukan tersebut telah menghasilkan 5 ekor anak kelinci berumur 1 (satu) bulan dan 7 (tujuh) ekor anak kelinci berumur 2 (dua) minggu. Diperkirakan pada awal bulan Februari 2009, HIMATANI harus menyiapkan kandang baru untuk menampung populasi kelinci mereka yang semakin berkembang pesat. Induk kelinci mampu melahirkan anak sampai 12 ekor dengan rata-rata 8 ekor. Masa menyusui hanya sekitar 30 (tiga puluh) hari. Masa kritis kehidupan kelinci dimulai dari kelahiran sampai masa sapihnya. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh skill pengelolanya. Kegiatan di tingkat inti di Plaosan, khususnya di tahap off farm (budidaya ternak kelinci) dikelola oleh Gunawan, Bayu Praasto, dan Imam Muklas. Ketiganya telah mengamati perilaku kelinci sejak setahun yang lalu, sebagai bagian tugas dari mata kuliah di program studi agribisnis, yang harus mereka kelola secara berkelompok di rumah.