Diskusi Jama'ah Tani di Universitas Muhammadiyah Purworejo
Ditulis oleh Didik Widiyantono   
Senin, 08 Oktober 2007 13:54
           6 Oktober 2007 - Diskusi ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 24 Ramadhan 1428 H bertepatan dengan tanggal 6 Oktober 2007 M. Kegiatan tersebut mengawali kerjasama segitiga antara Universitas Muhammadiyah Purworejo dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo. Diskusi diikuti oleh Rektor UMP, seluruh Pembantu Rektor, Dekan Fakultas Pertanian, Dekan Fakultas Peternakan, seluruh Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan UMP, Ketua Alumni Fakultas Pertanian UMP, mahasiswa Fakultas Pertanian UMP, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Purworejo, Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PDM Kabupaten Purworejo, seluruh PCM se-kabupaten Purworejo, dan seluruh MPM PCM se-kabupaten Purworejo.
           Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang program pemberdayaan masyarakat petani MPM Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Universitas Muhammadiyah Purworejo yang memiliki Fakultas Pertanian memandang perlu untuk berperan aktif dalam program pemberdayaan masyarakat petani. M. Iqbal, anggota MPM PP Muhammadiyah, selaku narasumber diskusi tersebut memaparkan beberapa kesalahan psikologis yang dilakukan petani Indonesia dan menjelaskan tentang cetak biru pemberdayaan masyarakat petani MPM PP Muhammadiyah. Salah satu yang menarik dari cetak biru tersebut adalah upaya pemberdayaan masyarakat petani yang dilakukan oleh PP Muhammadiyah tidak hanya berfokus pada on farm saja tetapi juga pemberdayaan di bidang off farm. Upaya peningkatan pendapatan petani yang dilakukan selama ini hanya berfokus pada aspek budidayanya saja (on farm). Peningkatan produksi mungkin saja terjadi, tapi karena pada saat panen selalu saja terjadi supply lebih besar daripada demand maka akhirnya harga turun dan peningkatan pendapatan petani tidak pernah terjadi. Salah satu penyebabnya adalah kelembagaan petani Indonesia sangat lemah, sehingga harga-harga produk pertanian sangat ditentukan oleh pasar.
           Program pemberdayaan masyarakat petani yang dikembangkan oleh MPM PP Muhammadiyah sangat memperhatikan pemberdayaan kelembagaan masyarakat petani. Hal tersebut terlihat dari upaya pendekatan yang dilakukan dengan memberdayakan jamaah tani atau kelompok tani Muhammadiyah dimulai dari Ranting maupun Cabang Muhammadiyah. Kegiatan diskusi tesrebut disepakati ditindaklanjuti dengan Diklat Pemberdayaan MAsyarakat Petani dengan menghadirkan seluruh tim pemberdayaan masyarakat petani MPM PP Muhammadiyah dengan mengundang perwakilan Jamaah Tani di seluruh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (16 cabang) se-kabupaten Purworejo.