PPKKMB UM Purworejo 2020 Hadirkan Mendikbud dan Sandiaga Uno

Sebanyak ratusan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Purworejo mengikuti Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PPKKMB) Tahun Akademik 2020/2021. Program ini digelar secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan disiarkan langsung melalui YouTube. Namun, upacara pembukaan yang bertempat di ruang seminar UM Purworejo tetap digelar secara tatap muka dan hanya menghadirkan para pimpinan, dekan dan ketua program studi UM Purworejo.

Acara PPKKMB 2020 ini terbilang cukup istimewa karena menghadirkan dua tokoh nasional, yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Anwar Makarim BA MBA dan founder Ok Oce, Dr Sandiaga Salahuddin Uno yang hadir secara virtual untuk memberikan motivasi kepada civitas akademika UM Purworejo.

Ketua panitia Dr. Riawan Yudhi Purwoko dalam laporannya mengatakan bahwa PPKKMB ini mengambil tema “Internalisasi Keislaman dan Keilmuan untuk Membangun Almamater dan Bangsa yang Berkemajuan” dan diikuti oleh 450 mahasiswa baru. “PPKKMB akan dilaksanakan dua periode, untuk yang sekarang dimulai hari ini Senin sampai dengan Kamis 14 – 17 September 2020. Sedangkan periode kedua akan dilakansanakan 28 -29 September 2020 mendatang. Oleh karena itu penerimaan mahasiswa baru akan ditutup tanggal 25 September 2020,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mendikbud RI, Nadiem Anwar Makarim menyampaikan agar mahasiswa ditengah masa pandemi ini untuk selalu mengikuti kuliah walaupun melalui daring. “Masa seperti ini diharapkan justru dapat memicu mahasiswa selalu meningkatkan kreatifitas. Perguruan tinggi sekarang menjadi Kampus Merdeka, cara belajar yang lebih fleksibel. Mahasiswa tidak hanya duduk di kelas namun mahasiswa bisa magang dan mengajar di desa sesuai dengan keahlian masing-masing” katanya.

Sementara Sandiaga Uno bersama Tim Oke Oce-nya memberikan penguatan materi dan berinteraksi dalam webinar bertajuk Mengembangkan Kreativitas Kaum Milenial untuk Mendukung Ketahanan Ekonomi Bangsa. Selain itu, webinar juga menghadirkan pembicara Sekretaris LLDIKTI Wilayah VI, Dr Lukman ST M.Hum dengan materi Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia dalam Perspektif Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar.

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Purworejo, Sartu Ali Muhsin, S.Pd.I. menjelaskan bahwa UM Purworejo merupakan amal usaha milik persyarikatan Muhammadiyah yang mempunyai empat kampus. “Kampus pertama atau kampus induk berada di jalan KHA Dahlan nomor 3 dan 6, kemudian kampus plaosan, ketiga di Sucen Jurutengah yang ini wakaf dari keluarga bapak Wagiyo, kemudian kampus keempat ada di desa Loano jalan Magelang yang semua tanahnya wakaf dari keluarga besar bapak H.M. Rustam sementara sekarang dijadikan pondok mahasiswa putera. UM Purworejo juga mempunyai pondok pesantren puteri yang berada di kelurahan Baledono, namanya pondok Al-Choedhori”, jelasnya.

Rektor UM Purworejo saat membuka acara PPKKMB 2020

Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag. menyampaikan PPKKMB dilaksanakan secara daring untuk mencegah dan mengantisipasi agar jangan sampai menambah kasus baru Covid-19. “ Ya kita melaksanakan PPKKMB ini dengan cara daring, dikarenakan jika dengan tatap muka dikhawatirkan bisa berakibat bertambah atau timbulnya kasus baru Covid-19 di kampus”, ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya mengatakan bahwa UM Purworejo terus berupaya menambah dan meningkatkan fasilitas perkuliahan dan Sumber Daya Manusia. “Saat ini, UM Purworejo terus berupaya menambah dan meningkatkan fasilitas perkuliahan dan juga SDM. Oleh karena itu kepada mahasiswa baru diharapkan dapat mengkomunikasikan kepada sesama mahasiswa dan para dosen agar kedepan mahasiswa dapat mengikuti perkuliahan dengan baik dan selesai tepat waktu,” pungkas Dr.Rofiq.

PPKKMB