Sarasehan dan Temu Alumni
Ditulis oleh Panitia Sarasehan PBSJ   
Kamis, 14 April 2016 13:01
Globalisasi menjadi fenomena yang berkembang di hampir seluruh pelosok dunia, terutama di negara-negara berkembang. Seperti yang dapat dilihat bahwa proses ini memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan manusia, tidak terkecuali dengan kebudayaan manusia yang juga terpengaruhi. Perkembangan kebudayaan ini terus berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia sesuai dengan berkembangannya pengetahuan manusia untuk menciptakan inovasi baru. Seperti halnya peradaban manusia yang berkembang secara bertahap dari zaman prasejarah hingga zaman sejarah. Kebudayaan juga berkembang secara bertahap mengikuti perkembangan zaman.
 
Globalisasi dalam bidang kebudayaan dapat dilihat dengan semakin luasnya masyarakat dunia mengenal suatu kebudayaan dari suatu daerah. Seperti yang diungkapan oleh Anthony Giddens bahwa modernitas meruntuhkan jarak antar ruang dan waktu. Perkembangan arus globalisasi dan modernisasi dalam kehidupan memberikan dampak terhadap berbagai sektor kehidupan manusia, tidak terkecuali dalam hal kebudayaan. Dua proses ini  memberikan dampak positif, di antaranya: semakin dikenalnya suatu kebudayaan dari suatu Negara ke seluruh pelosok dunia, meningkatkan jumlah devisa Negara karena wisata budaya, meningkatkan kreativitas dalam berkarya, dan membuat kebudayaan semakin maju.
 
Ada dampak positif ada juga dampak negatif sebagai suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, karena dua dampak ini seperti dua mata pisau yang saling berhubungan. Dalam pelaksanaannya, globalisasi dan modernisasi memberikan dampak yang negatif sebagai berikut: westernisasi yang semakin marak, dimana budaya barat dianggap sebagai budaya yang lebih maju dan terus ditiru terutama oleh Negara yang sedang berkembang, melunturnya jati diri bangsa karena anak muda berkiblat terhadap kebudayaan asing dan kurang menghargai kebudayaan sendiri, sehingga ada kecenderungan kebudayaan semakin lama semakin tergerus arus globalisasi, dan budaya hedonisme dan konsumerisme yang terus berkembang tanpa bisa dicegah.
 
Salah satu dari wujud kebudayaan ialah bahasa. Di dunia ini terdapat 6.703 bahasa yang tersebar di antara lima wilayah, yaitu Amerika, Eropa, Asia, dan Pasifik. Dari jumlah yang terbanyak terdapat di wilayah Asia, yaitu 2.165 (32%) (Grimmes dalam Purwo, 2000). Indonesia menduduki urutan kedua terkaya dalam jumlah bahasa yakni 700-an bahasa sesudah Papua Nugini. Di antara jumlah itu, hampir separuhnya terdapat di Irian Jaya (Papua), yaitu 248 bahasa (Grimmes,1998). Di antara bahasa di dunia itu, menurut Grimes (dalam Purwo, 2000) Bahasa Jawa menduduki urutan ke-11 dengan jumlah penutur 75,5  juta, sedangkan Bahasa Sunda menduduki urutan ke-34 (27 juta), bahasa Melayu ke-54 (17,6 juta), dan bahasa Madura ke-69 (13,69 juta). Dengan demikian Bahasa Jawa menduduki urutan tertinggi di antara bahasa-bahasa daerah di Indonesia.
 
Dalam era globalisasi keberadaan bahasa daerah menghadapi situasi yang mengkhawatirkan. Bahasa daerah mulai ditinggalkan penuturnya dalam pergaulan atau kegiatan antarmanusia karena dominannya bahasa asing yang menguasai berbagai bidang. Keadaan itu banyak dirasakan oleh pengguna bahasa daerah. Oleh karena itu, perlu suatu upaya untuk melestarikan bahasa daerah. Pemangku kepentingan perlu membuat strategi agar bahasa daerah tidak tenggelam di era globalisasi sekarang ini.
 
Berdasar pemikiran diatas Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Muhammadiyah Purworejo akan mengadakan Sarasehan dengan tema : “Pengembangan Potensi Kearifan Lokal dan Strateginya dalam Era Budaya Global”.
 
Pembicara
  1. Drs. Pardi, M.Hum. (Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah) dengan tema “Ajaran Moral dalam Serat Centhini”
  2. Prof. Dr. Teguh Supriyanto (Guru Besar Unnes) dengan tema “Kepemimpinan dalam Serat Rangsang Tuban Karya ki Padma Susastra””
  3. Prof. Suwardi Endraswara (Guru Besar UNY) dengan tema  “Pengembangan Industri Kreatif Berbasis Budaya”
  4. Eko Santosa, M.Hum. (Dosen UMP) dengan tema “Penguatan Bahasa Jawa dalam Era Global”

Waktu dan Tempat

hari/tanggal  : Sabtu, 30 April 2016
tempat          : Ruang Seminar Universitas Muhammadiyah Purworejo.
waktu            : Pukul 07.30 WIB – 12.00 WIB

Contact Person :
Herlina Setyowati 085643839088 // 085228054047
Aris Aryanto 085725207789

Leaflet dan Formulir dapat diunduh dibawah ini :