UM Purworejo dan Dinas Sosdukkbpppa Gelar Pelatihan Peningkatan Akses Pendidikan
Ditulis oleh Humas   
Senin, 16 Maret 2020 11:48
Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo bekerjasama dengan Dinas Sosdukkbpppa (Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Purworejo menggelar pelatihan peningkatan akses pendidikan bagi keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sosialisasi dilakukan di kampus 3 UM Purworejo, Sucen pada Sabtu (14/3). Acara dihadiri Koordinator Wilayah PKH Jawa Tengah Arif Rahman, dan Kepala  Bidang Asistensi, PPK dan NNS, Dinsosdukkbpppa Kabupaten Purworejo, Sigit Joko Purnomo, S.IP. Sosialisasi diikuti oleh 200 warga yang berasal dari berbagai wilayah kecamatan.

Pada kesempatan itu, Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag menjelaskan bahwa peserta dipilih secara acak oleh pendamping di tingkat kecamatan dengan kriteria utama yakni memiliki anak yang saat ini duduk di kelas XII dan mempunyai keinginan melanjutkan jenjang ke perguruan tinggi. Dengan tema “Kiat dan Strategi Meraih Kesempatan Belajar di Perguruan Tinggi” dirinya berharap, pelatihan ini mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi anak-anak keluarga PKH untuk melanjutkan kuliah. “Disamping untuk memberikan informasi akses pendidikan tinggi ke semua lapisan masyarakat, melalui program ini diharapkan terputusnya mata rantai anak yang tidak bisa kuliah karena terkendala biaya,” ungkapnya.

Untuk mendukung program tersebut, UM Purworejo memberikan banyak peluang beasiswa, antara lain Beasiswa LAZISMU, Beasiswa Kader, Beasiswa Prestasi Olahraga, Seni dan Sains, Beasiswa Hafidz dan Beasiswa Prestasi Akademik. Selain itu, UM Purworejo juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pendanaan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dan Program Kompetisi Wirausaha atau Bisnis.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Budi Setiawan, M.Si dan Kepala Biro Kemahasiswaan Ir. Didik Widiyantono, M.Agr juga memberikan pencerahan kepada orang tua penerima PKH tentang berbagai kemajuan teknologi yang kemudian memunculkan lapangan pekerjaan baru.

Dr. Budi lalu mencontohkan profesi yang dulu sangat ditunggu kehadirannya seperti tukang pos atau pengantar surat, kini sudah tergantikan dengan profesi ojek online (ojol) yang membawa manfaat bagi banyak orang berkat kemajuan teknologi. Dengan kenyataan tersebut, dirinya berpesan kepada peserta agar memberikan bekal pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya agar kelak mereka dapat maksimal dalam berkarya.

 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini1006
mod_vvisit_counterKemarin2520
mod_vvisit_counterMinggu ini13898
mod_vvisit_counterBulan ini8665
Kami memiliki 39 tamu online