Fakultas Pertanian UM Purworejo Gelar Semnas dan Pelantikan Pengurus APTSIPI 2020
Ditulis oleh Humas   
Senin, 16 Maret 2020 11:45
Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo menggelar acara Seminar Nasional Pertanian dan Peternakan Terpadu 2020 pada Sabtu (14/3). Acara yang digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo UM Purworejo ini diikuti oleh 400 peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia serta mahasiswa Fakultas Pertanian UM Purworejo. Mengangkat tema “Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Lokal di Era Revolusi Industri 4.0”, seminar ini menghadirkan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Kementerian Pertanian RI, Dr. Bess Tiesnamurti sebagai pembicara utama.

Melalui sambutannya, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag. (Rektor UM Purworejo) membuka acara sekaligus mengungkapkan keprihatinan terhadap penyebaran virus corona yang semakin mengkhawatirkan. Dirinya menghimbau kepada seluruh peserta agar meningkatkan kewaspadaan diri yaitu dengan mengurangi intensitas kontak dengan sesama peserta seminar serta memanfaatkan hand sanitizer yang telah disediakan. “Semoga Seminar Nasional Pertanian dan Peternakan Terpadu 2020 ini berjalan lancar dan dapat memberikan kontribusi terutama di sektor pertanian dan peternakan,” harapnya.  

Pada kesempatan tersebut, Dr. Bess Tiesnamurti memaparkan materinya tentang peranan teknologi peternakan dalam peningkatan daya saing sumber daya lokal di era industri 4.0. Dirinya berpendapat bahwa teknologi peternakan 4.0 perlu direkayasa dan diadopsi oleh banyak pengguna, sebab hal ini untuk membuka peluang agar menghasilkan varietas baru ternak dan tanaman pangan serta teknologi pendukung lainnya.“Sumber daya alam di Indonesia sangat melimpah dan memiliki potensi sesuai daerah masing-masing. Sumber daya inilah yang seharusnya dikembangkan sehingga dapat menghasilkan sumber daya lokal yang berkualitas,” ungkapnya.

Sedangkan Prof. Dr. Ir. Zaenal Bachruddin, M.Sc. (Guru Besar Fakultas Peternakan UGM) menyampaikan tentang rekayasa pengembangan peternakan. Menurutnya, integrasi peternakan dan pertanian memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan ruminansia atau hewan memamahbiak seperti sapi dan kambing.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) DIY, Dr Jangkung Handoyo Mulyo, M.Ec  mengungkapkan bahwa era revolusi industri 4.0 membutuhkan inovasi pertanian yang lebih atraktif, memiliki spirit kewirausahaan, serta integrasi internet of thing.

Dalam seminar tersebut juga berlangsung pelantikan pengurus APTSIPI (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia) Wilayah VI Jawa Tengah oleh Ketua Umum APTSIPI Dr. Ir. David Hermawan, MP, IPM kepada Ir Yos Wahyu Harinya, M.Si.

 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini1017
mod_vvisit_counterKemarin2520
mod_vvisit_counterMinggu ini13909
mod_vvisit_counterBulan ini8676
Kami memiliki 21 tamu online