Hadapi Era Industri 4.0, UM Purworejo Gelar Bimbingan Teknis Pengembangan Kurikulum
Hadapi Era Industri 4.0, UM Purworejo Gelar Bimbingan Teknis Pengembangan Kurikulum
Ditulis oleh Humas   
Selasa, 10 Desember 2019 12:48
Sebagai bentuk respon Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo terhadap munculnya  revolusi industri 4.0, Jumat (6/12) telah digelar Bimbingan Teknis Pengembangan Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran Berorientasi KKNI dan SN Dikti. Acara ini merupakan bentuk kerjasama Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo dengan Direktorat Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Bertempat di Ruang Seminar Gedung Rektorat UM Purworejo, acara ini menghadirkan 3 orang narasumber, yakni Eni Susanti, M.Si., Dr. Sri Suning Kusumawardani, M.T., dan Dr. Ludfi Djajanto, MBA. Adapun peserta dalam acara tersebut yaitu para dosen UM Purworejo dari semua program studi serta peserta dari luar kampus, antara lain STIE Rajawali, Politeknik Sawunggalih Aji, Akademi Kebidanan Purworejo, Akper Purworejo, dan Fakultas MIPA Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

Rangkaian acara diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Purworejo, Yuli Widiyono, M.Pd. dan Rektor UM Purworejo, Dr. Rofiq Nurhadi, M.Ag. Dalam sambutannya, Dr. Rofiq berharap agar kegiatan ini dapat bermanfaat dalam mengembangkan institusi. “Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua di dalam mengembangkan institusi kita masing-masing khususnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa”, ungkapnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan oleh Rektor UM Purworejo kepada para pembicara serta sesi foto bersama. 

Eni Susanti, M.Si. selaku pembicara pertama pada kesempatan tersebut menyampaikan materi tentang Kebijakan Kurikulum Perguruan Tinggi Masa Depan. Menurutnya, kelemahan lulusan pendidikan tinggi saat ini dapat dilihat dari tiga hal, yaitu bahasa, dalam hal ini bahasa asing/bahasa Inggris, kemampuan menulis ilmiah dan komunikasi. Tanpa kemampuan tersebut, maka akan sulit untuk bersaing dengan lulusan dari luar negeri. Maka, dalam mengembangkan kurikulum perguruan tinggi hendaknya memperhatikan ketiga hal tersebut sehingga dapat mengurangi kesenjangan kualitas lulusan antar perguruan tinggi.

Selain itu, Dr. Ludfi Djajanto, MBA. dalam pemaparannya menyebutkan beberapa hal yang juga telah disampaikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa manusia masa depan harus bisa menerima perubahan dan memiliki karakter yang adaptif, fleksibel, kreatif, inovatif, dan komunikatif, serta memiliki integritas dan compassion. Selain itu, kemampuan dalam berpikir kritis dan menganalisis sesuatu dengan baik menjadi hal yang sangat penting untuk dimiliki agar tidak mudah percaya atau terpancing dengan hoaks atau berita yang belum terbukti kebenarannya. Oleh karena itu, karakter tersebut dapat dicantumkan dalam menyusun capaian pembelajaran dan diikutkan dalam mata kuliah tertentu.

Sedangkan Dr. Sri Suning Kusumawardani, M.T. mengakhiri sesi acara dengan menjelaskan tentang Inovasi Pembelajaran dan Pengembangan RPS berorientasi KKNI dan SN Dikti di Era Industri 4.0. Adapun materi Pengembangan Kurikulum dan Perencanaan Pembelajaran dapat diunduh melalui link dibawah.